Tampilkan postingan dengan label Psikologi Trading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Trading. Tampilkan semua postingan
Jumat, 31 Mei 2019
Cara Menganalisis Saham dengan Baik

Cara Menganalisis Saham dengan Baik

Semua pebisnis saham pasti menginginkan agar analisis saham yang dilakukan bisa berkualitas. Artinya, anda bisa mencari saham2 yang bagus dan punya potensi naik, serta menghasilkan sistem trading yang holly grail, dan pada akhirnya kita semua bisa mencetak profit. 

Tapi masalahnya, banyak trader yang belum tahu bagaimana cara menganalisis saham yang baik. Memang setiap trader punya gaya trading dan trading plan yang berbeda-beda. Namun cara menganalisa saham yang baik harus dimulai dengan cara yang benar untuk semua trader. 

Artinya, anda harus meningkatkan kualitas analisa saham anda, supaya anda bisa mendapatkan profit di saham. Ada dua hal yang perlu anda lakukan agar kualitas analisa saham anda dapat diprkatikkan dengan maksimal: 

1. Menggunakan analisis teknikal yang dapat dipraktikkan 

Banyak trader yang mampu membaca grafik secara teori, membaca indikator secara teori, namun belum bisa mempraktikkan ke dalam sistem trading yang bisa menghasilkan profit. 

Saya sering menemukan trader yang menggunakan banyak indikator, analisis, macam-macam garis support resisten, namun semuanya tidak maksimal untuk mencetak profit.  

Maka dari itu, pakailah analisis teknikal yang dapat anda praktikkan secara langsung untuk membaca saham2 yang akan naik. Perlu anda ketahui bahwa banyaknya analisis yang anda pakai sama sekali tidak menjamin anda mencetak profit. 

Anda mungkin bisa membaca analisis teknikal tertentu secara teori. Namun yang lebih adalah anda bisa mempraktikannya. Kalau anda pembaca lama web sahamgain.com ini, saya sudah sering menuliskan bahwa analisa utama dalam analisis teknikal adalah: Support-resisten, candlestick, analisa tren dan bantuan analisa indikator (1-2 indikator saja).  

Disini: Ebook Saham Analisis Teknikal (427 halaman) saya juga menjelaskan praktik2 analisis teknikal yang simpel yang mudah diterapkan untuk mencari saham-saham yang naik dalam trading, yaitu kita mencari pola-pola saham rebound yang sering muncul di grafik.    

Jika anda sudah menemukan analisa teknikal yang bisa membuat anda mencetak profit, saran saya, jangan mengganti analisa yang anda gunakan dengan harapan anda ingin dapat profit lebih besar. Karena dalam banyak kasus, trader2 yang mengganti analisa teknikal yang sudah cocok dengan tipikalnya, justru membuat trader menjadi rugi.  

Anda boleh mengembangkan, mencoba analisis teknikal dan indikator yang belum pernah anda coba sebelumnya. Namun, jangan meninggalkan analisis teknikal "utama" yang anda miliki, yang sudah terbukti menghasilkan profit tersebut.  

2. Ketenangan dalam menganalisis

Kualitas keputusan trading anda juga ditentukan dari ketenangan anda ketika menganalisa. Hal ini sebenarnya bukan hanya berlaku untuk saham. Misalnya ketika anda dihadapkan pada suatu masalah, ketika pikiran anda tenang, maka anda pasti bisa mencari solusi alias jalan keluar.

Namun sebaliknya, kalau pikiran anda kacau, anda nggak bisa menenangkan diri, anda nggak mood, maka pengambilan keputusan anda bisa ngawur semua, dan akhirnya solusi nggak ketemu. 

Dalam trading saham pun juga demikian. Kalau anda nggak bisa tenang dalam menganalisis saham. Anda nggak tenang melihat fluktuatif saham. Anda sedang dalam kondisi nggak mood, maka kemungkinan besar anda akan salah dalam mengambil keputusan trading. 

Anda bisa salah memilih saham. Anda masuk di harga yang salah. Anda asal beli saham, padahal market sudah naik terlalu tinggi. Hal2 seperti ini sering dialami trader. 

Jadi kalau pikiran anda tidak tenang, sebaiknya berhenti trading dulu dan tenangkan pikiran anda. Dalam kondisi anda sedang sakit / tidak fit, saya juga menyarankan anda untuk tidak trading dulu, karena ini sangat mempengaruhi analisa yang anda lakukan. Trust me saya juga sudah mengalami sendiri. 

Selain itu faktor psikologis dan mindset trading yang benar juga berpengaruh pada pengambilan keputusan trading anda. Baca juga: 2 Faktor Keberhasilan Trading Saham

Maksudnya adalah, gunakanlah mindset, cara pandang trading yang benar dalam trading, dan pelajarilah kesalahan2 trading, supaya anda bisa mengambil keputusan trading dengan logis dan bijaksana. 

Saya juga sudah menjelaskan dengan detail bagaimana mengaplikasikan the right investor mindset & psikologi trading ke dalam trading anda. Anda bisa mendapatkannya disini: Psikologi Trading & The Right Investor Mindset.   

Terapkan dua cara ini ke dalam trading anda, sehingga anda bisa menghasilkan analisis yang baik. Trading yang baik harus dilakukan dengan analisa teknikal yang terarah (bukan sembarang memilih indikator) dan diimbangi dengan ketenangan diri anda. 
Minggu, 21 April 2019
3 Kunci untuk Profit Saham - Alexander Elder

3 Kunci untuk Profit Saham - Alexander Elder

Alexander Elder salah satu tokoh trader saham sukses legendaris pernah memberikan nasihat yang bagus untuk para trader. Berikut nasihat beliau: 

To win in the markets, we need to master three essential components of trading: sound psychology, a logical trading system, and an effective risk management plan

Terjemahannya dalam Bahasa Indonesia kurang lebih sebagai berikut: "Untuk menang di pasar saham, kita perlu menguasai tiga komponen penting trading: Psikologi, sistem trading yang logis, dan rencana manajemen risiko yang efektif. 

Dengan kata lain, Alexander Elder ingin menyampaikan pada kita bahwa untuk sukses / dapat untung yang konsisten di saham, kuncinya bukan cuma bisa baca grafik (sistem trading), tapi anda harus punya psikologis dan mindset trading yang benar. 

Tiga poin Alexander Elder ini kalau dirangkum, bisa menjadi dua poin penting. Saya pernah bahas di pos ini: 2 Faktor Keberhasilan Trading Saham. Anda bisa baca-baca kembali. 

1. Psikologi trading yang matang

Setiap trader mungkin memiliki perencanaan untuk mengincar saham tertentu dan menjual di harga tertentu. Setiap trader mungkin sudah merencanakan analisa2 teknikal. Tetapi tanpa psikologis yang baik, tanpa mindset trading, tanpa trading plan, seluruh perencanaan anda bisa menjadi kacau balau. 

Di pasar saham, keputusan trading bukan hanya melibatkan analisa teknikal, namun juga melibatkan cara anda untuk menyikapi market, baik menyikapi maupn merubah keputusan anda, mempelajari kesalahan, menyikapi market yang euforia atau sebaliknya, market bearish. 

Dengan kata lain, kombinasi psikologis dan analisa teknikal inilah yang akan membawa trader pada arah trading yang lebih baik. 

Kalau anda mau belajar jauh lebih banyak tentang psikologis trading dan membentuk mindset trading yang baik agar anda bisa mencetak untung di pasar saham, anda bisa memiliki materinya disini: Ebook Psikologis Trading & Analiss Teknikal. 

2. Sistem trading yang logis

Trading saham harus anda lakukan dengan perencanaan, trading plan, dan target2 yang logis. Analisa teknikal sangat berperan dalam trading. Baca juga: Menyusun dan Menjalankan Trading Plan Saham

Namun anda harus bisa memasang target trading yang masuk akal. Banyak sekali trader pemula yang baru trading 1-2 bulan, namun ingin langsung cepat kaya. Ingin langsung beli saham dan sahamnya naik 20%. Memasang target untung yang tidak realistis. 

Hal ini hanya akan membuat sistem trading anda jadi amburadul. Sistem trading yang logis harus anda terapkan secara bertahap, disesuaikan dengan KEMAMPUAN MODAL dan SKILL TRADING anda. 

Kalau anda baru trading, kalau anda belum bisa dapat untung besar, maka jangan memaksakan target yang tinggi. Perencanaan2 trading yang dilakukan secara bertahap, akan membawa anda pada level trading yang lebih baik.  

3. Manajemen risiko yang efektif

Manajemen risiko harus anda lakukan terhadap portofolio. Artinya, bagaimana anda memilih saham2 yang berisiko rendah, dan cocok dengan tipikal anda. Batasan2 cut loss untuk saham yang berisiko tinggi. Hal ini akan sangat mempengaruhi sehat tidaknya portofolio anda, dan profit yang anda peroleh nantinya.

Jadi, ketiga hal ini harus anda terapkan di dalam trading. Kalau selama ini anda bisa baca grafik, tapi anda masih sering panik ketika berhadap dengan market. 

Portofolio anda tetap berisi saham2 yang tidak menguntungkan. Anda cenderung ambil risiko tinggi. Maka, anda harus menerapkan tiga kunci ini di dalam trading saham...   
Jumat, 05 April 2019
Perbedaan Psikologis Trading Saham dan Forex

Perbedaan Psikologis Trading Saham dan Forex

Saya sering mendapat pertanyaan tentang saham dan forex. Terutama banyak juga rekan2 trader yang meminta saran apakah sebaiknya trading di saham atau forex? Mana yang psikologisnya lebih tenang, di saham atau forex? 

Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Di pos2 sebelumnya, anda bisa baca disini: Perbandingan Risiko Saham dan Forex, saya sudah membahas tentang perbedaan saham dan forex. Maka di pos ini sekarang, saya akan lebih banyak membahas tentang perbandingan psikologis saham dengan forex, karena ini juga cukup penting. 

PSIKOLOGIS SAHAM  VS FOREX

Pergerakan harga saham lebih variatif dibandingkan forex. Ada saham2 yang naik-turunnya lebih stabil. Ada saham2 yang bahkan nyaris nggak gerak (di support itu-itu aja). Ada saham2 yang naik-turunnya bisa sampai diatas 10% dan terjadi dalam hitungan menit (yang saya maksud saham gorengan). 

Sedangkan hampir semua mata uang di forex, pergerakannya sangat likuid, sangat cepat dan volatilitas tinggi. Walaupun ada pasangan mata uang tertentu yang pergerakannya lebih cepat, tetapi secara umum volatilitas di pasar forex sangat tinggi. 

Maka untuk anda yang TIDAK MENYUKAI RISIKO TINGGI, saham bisa memberikan psikologis yang lebih tentang ketimbang forex, DENGAN CATATAN, anda juga harus memilih saham2 yang layak untuk trading. 

Jangan pilih saham2 yang volatil itu tadi (saham gorengan), atau saham2 yang trennya tidak jelas secara teknikal.  

Cara-cara memilih saham yang bagus secara analisa teknikal, anda bisa dapatkan praktik dan strategi2nya disini: Buku Saham.

Nggak masalah anda mau trading harian / intraday, atau time frame trading anda lebih panjang, selama anda memilih saham2 yang likuid, dan pergerakannya bagus, maka psikologis anda bisa lebih baik.  
Baca juga: Strategi Memilih Saham Harian. 

Itu artinya, untuk anda trader yang mau mencari pergerakan harga yang fluktuatifnya lebih bagus, maka saya menyarankan anda untuk memilih saham. 

Bagaimana dengan forex? Seperti yang saya tuliskan, forex punya volatilitas harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan saham. Pasar forex yang jauh lebih likuid dibandingkan saham, bisa membuat mata uang naik-turun jauh lebih cepat dibandingkan harga saham. 

Jadi di forex, anda benar2 harus punya kesiapan psikologis yang matang.  Jangan sampai anda mau untung cepat di forex, anda menjadi serakah. 

Dari pengalaman saya pribadi, psikologis ketika trading forex harus lebih kuat dibandingkan saham, harus disiplin cut loss jauh lebih ketat. Demikian juga dengan memasang target take profit. Meskipun di saham, anda juga harus punya psikologis yang baik. 

Tetapi karena pasar forex itu sangatlah fluktuatif, maka level disiplin anda pun harus sangat tinggi. Di pasar forex tidak ada namanya auto reject seperti saham. Harga forex bisa turun sebebas-bebasnya. 

Di pasar forex, tidak ada namanya dividen. Jadi kalau anda nyangkut di forex, anda tidak akan dapat apa2. Tapi kalau saham yang anda beli turun, dan sahamnya bagus, anda masih punya kesempatan dapat dividen, plus harga saham lebih mudah balik dalam jangka tertentu (asalkan anda membeli dengan momentum yang tepat). 

Saya pribadi pernah menjadi pemain forex tapi tidak lama. Alasannya? Karena saya tidak bisa fokus di dua 'tempat'. Saya lebih fokus untuk memilih saham, supaya saya bisa profit lebih konsisten. 

Apalagi menurut saya pribadi, saham lebih baik dibandingkan forex (terutama buat investasi), karena di saham kita nggak cuman bicara mata uang, tapi kita bisa beli perusahaan yang bagus-bagus, dapat dividen dan sebagainya. 

Karena saya saat ini adalah murni pebisnis saham (trading dan juga investasi), saya sering dapat saran untuk main forex saja, karena lebih cepat geraknya, sehingga bisa untung lebih singkat.. 

Namun saya menyarankan pada anda, jika anda nantinya dianjurkan untuk trading forex saja karena "forex untungnya cepat", "forex bisa cepat kaya", jangan mudah terpengaruh dengan ajakan2 seperti itu. 

Dari pengalaman saya pribadi, saya akui bahwa mengatur psikologis forex bisa lebih menantang dibandingkan saham, terutama dalam hal disiplin memasang target take profit dan cut loss. 

Anda mau mencoba saham atau forex dulu, itu tergantung tujuan anda. Anda maunya trading mata uang or anda memang pingin beli saham perusahaan yang bagus-bagus? 

Anda juga harus melihat profil risiko anda. Anda yang tidak suka risiko terlalu tinggi, cobalah trading saham dulu. Kalau anda benar2 penasaran dengan forex, dan anda sudah siap, maka cobalah forex. 

Kalau tujuan anda mau investasi jangka panjang pilihlah sahan. Kalau profil risiko anda siap dengan fluktuatif, dan anda siap dengan scalping, pilihlah forex. 

Dibalik semua itu, baik saham maupun forex, semua membutuhkan kesiapan yang matang baik dari segi  psikologis, analisa, manajemen modal yang baik, mindset yang tepat kalau anda mau untung. Tentunya, bukan berharap dapat untung sekejap mata. 
Minggu, 31 Maret 2019
3 Level Psikologis Trading Saham

3 Level Psikologis Trading Saham

Pada saat anda menganalisa saham, kemudian memutuskan beli saham, kemudian saham anda tiba2 langsung naik drastis setelah dibeli. Atau sebaliknya, saham anda langsung turun. Bagaimana perasaan anda? 

Pada saat anda sudah mengincar saham-saham bagus yang mau anda beli, tapi tiba2 IHSG langsung drop 1% lebih saat pembukaan market. Apa yang anda rasakan?

Pada saat trading, trader saham bisa menghadapi banyak sekali perasaan-perasaan yang bercampur aduk. Saat saham naik drastis, trader bisa merasa senang, euforia, atau bahkan cemas (berharap naik terus, namun trader juga khawatir kalau2 saham turun lagi). Saat saham turun, trader pun bisa merasakan takut, panik, cemas, atau bahkan ada yang tetap tenang. 

Perasaan2 inilah yang dinamakan dengan PSIKOLOGIS. Di pasar saham, anda menghadapi banyak sekali fluktuatif harga, dan momen2 yang tidak anda duga sebelumnya. Sehingga, inilah pentingnya anda punya pengelolaan psikologis yang baik. 

Banyak trader yang bangkrut, berhenti total dari trading, kehabisan modal, karena selain trader tidak memiliki pemahaman yang benar tentang trading saham, trader tidak mengasah, mengevaluasi dan meningkatkan level psikologisnya. 

Di dalam dunia saham, ada 3 level psikologis trading yang harus anda pahami.. 

1. Level psikologis trader pemula

Pemula biasanya memiliki pengalaman trading yang masih singkat, yaitu antara 0-2 tahun. Pada level pemula, kecenderungan psikologis yang dialami seorang trader adalah sebagai berikut: 

- Lebih sering tidak tenang saat melihat harga saham turun. 
- Sebaliknya, trader lebih mudah euforia berlebihan ketika dapat untung banyak. 
- Trader mudah panik ketika lihat IHSG jatuh 
- Trader mudah terpengaruh dengan saham gorengan
- Trader mudah terpengaruh dengan isu, ajakan beli saham
- Trader terkadang / sering 'takut ketinggalan kereta' saat lihat saham sudah naik
- Masih mudah gegabah dalam mengambil keputusan trading 

2. Level psikologis trader intermediate

Trader level intermediate (menengah) pada umumnya memiliki pengalaman trading diatas 2 tahun. Kecenderungan psikologis trader intermediate umumnya sebagai berikut: 

- Lebih tenang menghadapi market, walaupun terkadang masih panik
- Terkadang masih terpengaruh dengan rumor, isu, ataupun ajakan2 beli saham
- Mulai punya 'pendirian trading' sendiri 
- Sudah mulai menciptakan dan menjalankan sistem trading 
- Mulai mampu menganalisa saham secara mandiri 
- Sudah mulai punya pertimbangan2 yang matang sebelum beli saham
- Diversifikasi saham lebih baik

3. Level psikologis trader expert

Trader level expert biasanya memiliki pengalaman trading diatas 5 tahun. Walaupun ukurannya tidak baku 5 tahun (karena saya juga pernah menemukan trader dibawah 5 tahun tapi sudah bisa untung konsisten).  

Namun intinya, semakin pengalaman anda di dunia saham (kalau diatas 5 tahun harusnya sih anda sudah lebih baik secara psikologis trading), tentu anda semakin expert. Berikut ciri-ciri psikologis untuk seorang trader expert: 

- Harga saham turun, tetap santai, slow, nggak mudah panik 
- Tidak rasa euforia saat dapat untung besar
- Sudah memiliki trading plan yang jelas 
- Sudah mampu memilih, menganalisa dan mengambil keputusan trading
- Mengambil keputusan trading murni berdasarkan analisa pribadi 
- Tidak terpengaruh dengan isu, ajakan2, saham gorengan 
- Mampu membedakan saham yang layak beli dan tidak 

Nah, anda berada di level yang mana sekarang?

Kemudian anda nyeletuk: "Pak Heze, gimana kalau saya sudah trading beberapa tahun, tapi saya masih ada di level psikologis pemula? Apa ada yang salah dengan trading saya?"

Memang walaupun trader sudah trading beberapa tahun, namun hal ini juga tidak 100% menjamin bahwa level psikologis trading mereka pasti lebih baik. 

Psikologis trading itu harus selalu terus diasah, berbarengan dengan analisa-analisa otodidak, analisa market yang anda lakukan sendiri. Dalam hal ini anda juga perlu mempelajari praktik2 psikologis trading. 

Kalau anda merasa anda sudah trading beberapa tahun, namun psikologis trading anda masih kacau, berarti anda perlu melakukan evaluasi trading. Atau anda yang masih pemula, namun masih bingung bagaimana membangun psikologis trading, maka anda harus memulai secara bertahap. 

Jadi saya menyarankan pada anda, agar anda tidak bosan untuk melakukan analisa2 saham otodidak. Jangan hanya mau untung instan tanpa menganalisa. Jangan hanya meminta rekomendasi saham, tanpa anda mau menganalisa sendiri. Jangan hanya berharap dapat untung besar dalam sekejap, padahal pengalaman trading masih minim. 

Karena hal2 seperti ini tidak akan bisa membawa anda kearah psikologis trading yang lebih matang.   

Anda juga saya sarankan untuk membaca ebook analisa teknikal, mindset dan psikologis trading: Buku Saham, agar anda bisa membentuk psikologis trading yang benar, dan tidak mengulangi kesalahan2 yang sama yang kerap kali dilakukan trader. 

Bagi saya tidak penting anda sekarang berada di level psikologis yang mana, tetapi tulisan ini saya maksudkan agar setiap dari anda selalu mengasah skill trading saham anda. 

Bukan cuman analisa teknikal, tapi juga psikologis trading. Seperti yang saya tuliskan, bahwa banyak sekali trader yang sudah trading beberapa tahun (artinya harusnya mereka bukan pemula apalagi trader awam).... 

Namun faktanya, masih banyak trader yang sering rugi, dan level psikologi tradingnya belum berkembang. Jadi mulai sekarang, ketahuilah level psikologis anda, dan asah terus kemampuan trading anda dengan cara praktik.. 
Selasa, 19 Maret 2019
Mencari Saham Bagus Hari Ini

Mencari Saham Bagus Hari Ini

Bagaimana cara mencari saham yang bagus hari ini? Bagaimana cara mencari saham yang bakalan naik di pagi hari? 

Semua trader pasti punya pertanyaan2 ini. Terutama anda pemain saham dengan time frame jangka pendek sampai swing trading, anda perlu mencari saham2 yang bagus untuk ditradingkan dengan rentang jangka pendek. Baca juga: Tips & Strategi Swing Trading Saham. 

Anda yang rajin mencari saham-saham yang punya potensi naik di hari ini, anda perlu memahami beberapa hal, agar strategi mencari saham bagus yang anda lakukan tidak berujung pada nyangkut, atau salah memilih saham. 

Jika anda mau mencari saham bagus maka kunci pertama adalah, anda harus paham dulu bagaimana cara menganalisis saham, dan menginterpretasikan analisa teknikal.  

Dengan kata lain, pahami dulu analisa teknikal. Yap, karena semua keputusan beli dan jual saham harus anda lakukan dengan analisis teknikal. Keuntungan yang bisa anda dapatkan di saham bisa anda raih jika anda memahami strategi2 analisa teknikal tersebut. Baca juga: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal.

Untuk anda yang bisa mempraktikkan langsung strategi analisa teknikal dan praktik2 analisa teknikal simpel dan efektif untuk membaca saham2 yang naik, saya pernah bahas disini: Ebook Saham PDF. 

Kedua, anda juga harus paham bahwa tidak setiap saat market bagus untuk trading. Saya rasa mayoritas trader akan berusaha mencari saham yang bagus hari ini, yang bisa naik setelah dibeli (termasuk saya sendiri). 

Namun ada kalanya market tidak bersahabat untuk trader. Ada kalanya harga saham berjatuhan. Entah karena koreksi besar setelah sahamnya sudah naik gila-gilaan sebelumnya. Atau market-nya drop karena memang lagi banyak sentimen2 yang nggak enak. 

Jadi dalam trading saham, kita tidak bisa menuntut bahwa hari ini juga anda harus dapat saham yang bisa naik. Keputusan dalam trading bukan hanya buy dan sell, namun anda juga harus bisa WAIT AND SEE. 

Artinya, kalau menurut pengamantan anda, hari ini nggak ada saham yang potensi soalnya market lagi nggak mendukung, ya anda nggak perlu memaksakan trading. uga 

Maka dari itu, selain analisa teknikal, permainan psikologis & mindset trading disini juga berperan besar untuk menentukan langkah trading anda. Baca juga: Belajar Analisa Teknikal & Psikologis Trading.

Satu hal lagi, mencari saham bagus hari ini tidak harus dilakukan dengan terus memantau market real time. Anda nggak perlu repot-repot lihat running trade, running order, buyer seller terbesar saham tersebut. 

Mencari saham naik hari, bukan berarti harus melihat top stock, top volume atau saham2 yang banyak diperdagangkan trader di hari sebelumnya. Apalagi kalau anda nggak punya banyak waktu trading, tentu anda tidak akan sempat cek running trade dan lain2. 

Mencari saham bagus cukup anda lakukan dengan basic dan praktik analisa teknikal. Cuma itu saja. Dan inilah yang biasa saya lakukan juga sehari-hari. 

Soal analisa running trade, running order itu sifatnya adalah analisa tambahan untuk trading. Mencari saham yang bagus untuk hari inipun juga bukan berarti anda harus beli dan jual saham di hari yang sama. 

Mencari saham yang bagus untuk hari ini, bisa anda lakukan dengan tujuan untuk hold dalam jangka waktu tertentu. 
Jumat, 15 Maret 2019

Seberapa Penting Psikologi Trading?

Pernahkah anda mendengar istilah: PSIKOLOGI TRADING? Sebagian besar trader saya yakin pasti pernah mendengar istilah ini. 

Psikologi trading merupakan tindakan, mindset dan langkah trader dalam menyikapi dan mengambil keputusan di pasar saham (baik keputusan beli, jual, wait and see, istirahat) agar bisa menghasilkan profit, dan tidak terjebak dalam tindakan-tindakan yang gegabah, yang menyebabkan kerugian besar di saham. 

Oke itu pengertiannya. Tapi gimana praktiknya di pasar saham? Bagaimana cara mempraktikkan psikologis trading yang betul agar anda bisa dapat profit? Dan pertanyaan intinya: Apakah benar psikologis trading itu penting dalam trading? Bukankah dengan analisa teknikal saja kita sudah bisa untung? 

Psikologis trading itu sangatlah penting di dalam mengambil keputusan trading. Ibaratnya begini, anda sudah jago mengendari sepeda motor di jalan raya. 

Tetapi pikiran anda saat itu tidak tenang. Anda lagi panik karena anda terlambat masuk kerja. Atau anda lagi banyak pikiran. Atau bahkan anda tidak paham rambu lalu lintas. 

Maka walaupun anda sudah jago mengendarai sepeda motor, probabilitas anda terkena tilang, kecelakaan kecil akan lebih tinggi. Sebaliknya, kalau anda sudah bisa mengendarai sepeda motor plus pikiran anda tenang, anda tahu apa yang harus dilakukan di jalan raya, maka kemungkinan2 negatif tadi bisa diminimalkan. 

Di saham pun juga sama. Anda bisa membaca grafik, anda tahu indikator ini dan itu. Tapi kalau anda nggak bisa mengatur psikologis anda di tengah fluktuatifnya market. Anda tidak mengetahui kesalahan2 apa yang sering anda lakukan. Maka kemungkinan anda rugi tetaplah besar, dan anda bisa mengulang kesalahan trading yang sama.  

Kurang lebih seperti itulah analoginya... 

Sebagian trader saham beranggapan bahwa mempelajari 'psikologi trading' itu adalah sesuatu yang sangat membosankan, bahkan banyak yang menganggap tidak penting. Sebagian lagi hanya pernah mendengar istilah ini tapi belum paham bagaimana mempraktikannya. 

Karena banyak trader yang maunya ingin segera untung di saham, tanpa melalui proses, tanpa menganalisa, tanpa berpikir, tanpa mengetahui dengan baik bagaimana seluk beluk pasar saham.  

Sedangkan kalau anda belajar psikologi trading, memang anda tidak akan diajarkan cara dapat untung cepat dalam sekejap mata. 

Namun justru psikologis trading inilah yang menentukan 90% keberhasilan trading saham anda. Saya pernah membahas tentang psikologis trading secara lengkap disini: Buku Saham dan 2 Faktor Keberhasilan Trading Saham. 

Psikologi trading sangat penting karena psikologis trading berkaitan dengan hal-hal yang akan mengarahkan anda pada poin-poin berikut ini dalam trading saham: 

- Mindset trading yang benar
- Mengetahui kesalahan-kesalahan trader yang sering terjadi, namun jarang disadari 
- Memperbaiki kesalahan-kesalahan umum trader
- Cara menjalankan arah trading yang benar
- Mengontrol emosi dan euforia dalam trading 
- Mengambil keputusan trading yang tepat

Poin-poin inilah yang akan mengarahkan anda kepada jalan trading yang benar. Jika anda hanya memahami analisa teknikal, tapi anda tidak tahu apa yang harus dilakukan saat aham anda turun. 

Anda bingung saat market bearish. Anda gampang terjebak dengan permainan-permainan bandar. Anda mudah tergoda membeli saham2 tertentu yang tidak sesuai karakter anda. Maka itu artinya, anda perlu mengatur psikologis trading anda. 

Jika anda ingin mempelajari dan mempraktikkan psikologis trading, serta membentuk mindset trading yang benar anda bisa baca ebooknya: Buku Saham Pemula - Expert

Jika saya gambarkan, maka untuk mendapat profit konsisten, anda harus melakukan kombinasi analisa teknikal, dan praktik psikologis trading yang benar (mind dan mental):

Psikologis trading - Saham Gain
Mayoritas trader yang masih belum bisa dapat profit konsisten, walaupun sudah mampu membaca grafik dan sudah trading beberapa tahun, salah satunya dikarenakan trader belum memahami praktik2 psikologis dan mindset tersebut. 

Perlu anda ketahui, pasar saham terdiri dari ratusan saham yang naik dan turun. Anda akan dihadapkan pada situasi di mana anda harus trading, atau berhenti trading. 

Anda juga dihadapkan pada godaan-godaan trading, misalnya saham yang naik tiba2. Saham yang tiba2 banyak diperbincangkan trader. Ajakan2 yang menggiurkan untuk membeli saham tertentu, godaan  euforia, dan masih banyaaak godaan2 trading lainnya. 

Di mana godaan2 ini saya akui tidak mudah untuk kita kalahkan. Kalau anda tidak punya the right investor mindset ini, sangat mungkin anda terjebak dalam situasi trading yang tidak menguntungkan. 

Maka psikologis trading ini sangatlah dibutuhkan sebagai arah trading anda. Analisa teknikal itu perlu. Tetapi semua itu harus bisa anda kombinasikan dengan praktik2 psikologis trading yang matang, supaya nantinya anda bisa menjadi trader yang berpengalaman, yang bisa menghasilkan profit lebih konsisten (sophisticated trader). 
Rabu, 27 Februari 2019
Pengalaman Trading Saham:  Berapa Lama Trader Bisa Dapat Profit Konsisten?

Pengalaman Trading Saham: Berapa Lama Trader Bisa Dapat Profit Konsisten?

Berapa lama bisa dapat profit konsisten di pasar saham? Begitulah pertanyaan yang sangat umum ditanyakan oleh pemula dan trader yang masih belum bisa dapat profit konsisten. Terkait cara mengukur profit konsisten, saya pernah menuliskannya disini: Profit Konsisten Saham, Berapa Target Anda?

Di pos ini, saya akan lebih berbagi pada anda tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan trader untuk bisa profit konsisten. Dan tentunya di pos ini, saya juga akan bercerita tentang pengalaman pribadi penulis di trading saham. 

Memang banyak sekali pemula yang bertanya pada saya tentang berapa lama agar bisa dapat profit di pasar saham. Pertanyaan seperti ini sebenarnya relatif sekali jawabannya. Saya selalu jawab: Tergantung keseriusan anda menjalani trading. Tidak ada ukuran baku berapa lama anda bisa dapat profit konsisten. 

Ibarat orang sukses. Kesukesan seseorang bisa diraih di usia yang berbeda-beda. Ada yang sukses di usia 45 tahun. Ada orang sukses di usia 35 tahun. Bahkan ada orang sukes di usia sebelum 30 tahun atau biasa kita sebut pengusaha muda. Sebaliknya, ada juga orang yang belum sukses karena malas bekerja. 

Jadi kembali lagi, jika anda bertanya berapa lama saya bisa untung konsisten alias sukses di trading saham? Itu semua tergantung dari anda. Apakah anda serius mau praktik trading atau hanya jadi 'follower' dengan menelan rekomendasi mentah-mentah, malas menganalisis, tidak mau mengevaluasi kerugian yang ada.

Tidak ada jaminan anda trading 10 tahun pasti bisa dapat profit konsisten, kalau anda tidak pernah mengevaluasi kesalahan trading anda. Ada pebisnis yang bisa mulai untung konsisten hanya dalam 2 tahun investasi, karena memang pebisnis saham tersebut memiliki basic investasi dan kemauan yang kuat untuk terus menganalisis. 

Bagaimana dengan pengalaman saya sendiri? Well, saya pribadi baru bisa mulai dapat profit konsisten setelah 3,5 tahun trading saham.

"3,5 tahun? Lama juga ya?" Kata anda. 

3,5 tahun memang bukan waktu yang terlalu cepat untuk dapat profit konsisten. Tapi memang setelah 3,5 tahun trading saham, saya baru merasakan menganalisis saham rasanya jauh lebih mudah, bisa lebih akurat memprediksi pergerakan saham dibandingkan saat awal-awal trading saham, di mana dulu saya harus banyak menelan kerugian, nyangkut, cut loss, gampang panik, mudah mengikuti saran orang lain, lupa menganalisis dan lain-lain. 

Setelah 3,5 tahun trading, saya mulai menemukan pola trading / trading plan yang cocok untuk saya. Dan akhirnya saya merombak semua strategi trading, mengevaluasi kembali dan meracik ulang portofolio saya. Disanalah titik balik trading saya, yang awalnya untung-rugi-untung-rugi mulu, jadi lebih besar profitnya daripada kerugian. 

Atas dasar inilah saya sering menuliskan di web Saham Gain: Kalau anda masih pemula 1-3 tahun di dunia saham, anda ada kecenderungan / kemungkinan yang lebih besar panik saat melihat saham turun

Itu adalah hal yang wajar, karena saya mengalaminya sendiri. Namun dengan terus praktik trading, lama-kelamaan anda pasti akan bisa mengatasi semua itu. Jadi ya memang tidak ada cara yang super instan untuk bisa cepat kaya dari trading. 


Kalaupun anda bisa profit besar dalam beberapa bulan pertama trading, cobalah untuk menguji kembali sistem trading anda. Jika selanjutnya anda banyak rugi, itu artinya  kemungkinan anda hanya beruntung. 

Apakah mungkin saya profit konsisten dibawah 3 tahun Pak Heze? Tanya anda lagi

Di pasar saham semua kemungkinan bisa terjadi. Apakah anda bisa profit konsisten hanya dalam 2 tahun trading? Bisa saja. Apakah 3 tahun bisa profit konsisten? Saya jawab bisa. Semua kembali lagi pada anda, apakah anda memiliki mental yang kuat? Apakah anda memiliki kemauan kuat untuk menganalisa dan mempelajari kesalahan2 dari trading anda? 

Saya mengatakan profit konsisten yang baru bisa saya dapatkan setelah 3,5 tahun ini apa adanya, dan saya tidak memberikan janji-janji surga pada anda. Saya tidak mengatakan bahwa trading itu mudah sekali, bisa profit ratusan persen dalam waktu cepat. Memang trading saham akan terasa lebih mudah jika anda SEMAKIN PENGALAMAN.

Jadi sebenarnya, dalam trading saham anda bukan hanya mikir profit melulu. Tetapi kemampuan anda untuk bertahan di pasar saham, kemampuan anda mengendalikan emosi trading, manajemen modal, memanfaatkan momentum analisis teknikal, itu yang sangat berpengaruh pada keberhasilan anda meraih profit konsisten. 

Sayangnya banyak trader yang sudah menyerah duluan saat trading saham tidak menghasilkan, rugi terus. Hal ini karena trader tidak memiliki dasar-dasar atau pondasi yang dibutuhkan dalam trading saham seperti yang saya tuliskan diatas. Sebaliknya, trader mudah termakan janji-janji surga yang mengatakan beli saham bisa untung tanpa rugi. 

Padahal semua itu tidak bisa anda dapatkan kalau anda tidak mencari pengalaman dulu di dunia saham, dan mustahil bisa profit dengan rugi sekecil mungkin kalau anda tidak mengetahui cara bertahan di pasar saham. 

Bagaimana caranya saya bisa bertahan 3,5 tahun dengan banyak saham rugi, nyangkut, cut loss sebelum saya bisa mulai bangkit perlahan? 

Nah inilah yang penting. Bertahan di pasar saham berarti anda harus punya mental trading yang baik. Anda harus punya trading plan dan cara mengelola modal (manajemen modal) dengan baik. 

Analisis teknikal itu sangat penting. Namun tanpa semua itu, mustahil anda bisa bertahan di pasar saham dan mendapatkan profit konsisten. Semua yang saya aplikasikan dalam trading, juga saya rangkum dalam materi disini: Buku Trading dan Belajar Saham. 

Materi di ebook ini bukan berisi janji-janji surga yang tidak masuk akal. Namun materi di ebook saya berikan pada anda sebagai pondasi dan cara anda agar anda bisa bertahan dalam kondisi pasar apapun, dalam situasi apapun (baik saat anda sedang untung maupun rugi). 

Dengan materi ini, anda bisa mengaplikasikan trading anda dengan lebih baik, mematok target-target yang masuk akal, dan tentu anda bisa meraih profit yang lebih konsisten. 

Mulai sekarang, cobalah untuk mengaplikasikan cara trading yang benar. Kalau anda masih pemula, anda harus memulainya dengan benar. Kalau anda sudah cukup lama trading tapi merasa belum bisa profit konsisten, evaluasilah dahulu trading yang sudah anda jalankan. 
Jumat, 18 Januari 2019
Menjadi Profesional dalam Trading Saham

Menjadi Profesional dalam Trading Saham

Pergerakan market hari ini dengan 10 tahun yang lalu sangat berbeda. Kalau 10 tahun lalu saham gorengan tidak terlalu banyak, hari ini boleh saya katakan mayoritas saham2 yang baru melantai di Bursa ujung-ujungnya selalu jadi saham gorengan. 

Demikian juga pergerakan market hari ini dengan 10 tahun mendatang, dan seterusnya pasti akan ada perubahan dan dinamika, walaupun konsep di saham tetap sama (kalau harga saham nggak naik, turun ya sideways).

Maka dari itu, anda yang terutama baru mulai menjalankan aktivitas trading di era milenial ini, anda harus mampu bertindak menjadi trader yang profesional. Menjadi trader pro bukan berarti anda harus bisa untung terus nggak pernah rugi, karena seperti yang saya pernah tuliskan, tidak mungkin trader tidak pernah rugi sama sekali dalam karir tradingnya. 

Tapi menjadi profesional sebagai seorang trader, berarti anda harus bisa bersikap cool dan menghadapi serta mengambil keputusan setiap momen trading dengan kepala dingin dan bijaksana. Kenapa demikian? Karena.....  
Hari ini market bullish, besok bisa berubah jadi bearish.  
Hari ini saham pada turun, besok bisa rebound dengan sangat cepat.  
Hari ini anda untung besar sekali, anda senang. Besok bisa jadi saham yang anda beli turun. 
Hari ini anda mengalami kerugian. Besok bisa jadi anda mendapatkan keuntungan yang besar. 
Bulan ini anda untung di saham sebesar Rp15 juta. Bisa jadi bulan depan profit anda Rp50 juta. Tapi di dua bulan berikutnya mungkin profit anda turun lagi jadi Rp7 juta.   
Hari ini semua orang euforia dengan saham. Besok banyak trader yang teriak-teriak nyangkut, ekonomi crash dan sebagainya.  
Hari ini anda untung 15%. Besok bisa saja anda rugi 5%.
Hari ini saham anda nggak naik, padahal saham2 lain naik. Besok bisa jadi saham anda naik paling banyak dibandingkan saham2 lain.  
Semuanya bisa terjadi dalam waktu cepat. Apa yang saya tuliskan diatas adalah fakta yang akan anda hadapi dalam trading.

Apakah berarti trading saham itu mengerikan sekali? Tidak, bukan itu yang ingin saya sampaikan. Trading saham itu menyenangkan kalau anda sudah memiliki sistem trading yang sesuai dengan karakter anda, dan anda menyikapi semua dengan enjoy. Baca juga: Trading Saham dan Game. 

Jika anda mengetahui situasi2 di pasar saham seperti ini, anda harus menjadi trader yang pro. Di pos ini saya ingin meyampaikan pesan moral pada anda: 

Ketika anda untung besar, anda tidak perlu terlalu senang, apalagi sampai pamer profit sana-sini, dan merasa trader paling pintar (di pasar saham banyak sekali trader2 seperti ini). Karena anda tidak akan tahu apa yang akan anda hadapi besok. 

Ketika anda mengalami kerugian, jangan sedih berlarut-larut apalagi sampai menyalahkan orang lain. Evaluasilah kenapa anda rugi, karena hari ini anda rugi sangat mungkin besok anda untung. 

Ketika IHSG naik, anda tidak perlu terlalu euforia dan terbawa arus. Euforia adalah hal yang berbahaya di pasar saham. Ingat, jatuhnya IHSG selalu diawali dengan euforia yang tidak wajar. 

Ketika IHSG drop, jangan selalu berpikiran negatif, karena drop-nya IHSG justru bisa menjadi hikmah untuk membeli saham2 bagus yang murah, dan anda bisa panen (profit) besar nantinya. 

Di pasar saham apapun bisa terjadi. Maka dalam kondisi apapun, tetaplah menjadi trader yang berkepala dingin. Anda tidak harus trading puluhan tahun baru bisa menerapkan hal2 ini. Mulailah dari sekarang.  
Senin, 24 Desember 2018
Untung Besar di Saham, Risiko Juga Besar

Untung Besar di Saham, Risiko Juga Besar

Dapat untung besar di saham adalah tujuan utama semua para pebisnis saham, baik trader maupun investor. Banyaknya pebisnis saham yang ingin dapat untung besar dari saham, seringkali membuat trader cenderung mengincar saham2 yang bisa naik banyak dalam jangka waktu

Di dalam investasi, ada prinsip yang kita kenal dengan HIGH RISK HIGH RETURN. Anda bisa baca lagi tulisan saya disini: "High Risk High Return" dalam Investasi. Artinya, kalau anda ingin dapat untung yang gedeee banget di saham, maka anda juga harus siap dengan risiko yang besar. 

Sebagai contoh, anda mengincar trading di saham2 gorengan. Memang, saham gorengan memiliki potensi kenaikan yang lebih cepat dibandingkan saham2 lapis satu dan dua. Saham gorengan bisa naik 15% dalam sehari. 

Tetapi di satu sisi, kalau anda punya peluang memiliki saham yang bisa naik 15% dalam waktu cepat, itu artinya anda juga harus siap dengan risiko saham anda turun 15% dalam sehari. 

Kalau anda hanya mengincar saham yang punya kemungkinan naik 3-5% dalam sehari atau beberapa hari, maka risiko yang anda terima juga akan lebih kecil, di mana kemungkinan saham anda turun juga sekitar 3-5%. 

Banyak trader yang melupakan konsep high risk high return ini. Trader seringkali lupa kalau saham2 yang mudah naik sangat tinggi dalam jangka waktu singkat, risiko turunnya juga sama besarnya. Trader yang gegabah ini akhirnya cenderung gegabah dan melupakan unsur2 risiko yang ada. 

Saya sering menemukan trader yang ketika rugi di saham2 gorengan atau nyangkut besar di saham2 yang tidak likuid, menyalahkan pasar saham sebagai penyebab kerugiannya. Padahal trader sendirilah yang belum memahami dan menimbang setiap perbandingan return dan risiko dalam trading. 

Membaca pos ini, anda mungkin berpikir: "Berarti kita tidak dianjurkan mencetak profit besar di pasar saham, karena kalau incar saham yang bisa naik tinggi, risiko turunnya juga sama besarnya".

Tentu saja tidak. Kalau anda tahu caranya dapat untung besar di saham, why notKalau anda sudah ada di level trader kawakan, mampu memprediksi saham2 yang bisa naik dan anda sudah bisa memperkirakan perbandingan return dan risiko, maka nggak ada salahnya kan anda dapat untung besar? 

Namun untung besar di saham ini bisa anda raih apabila anda terus menganalisa, dan praktik trading. Dengan cara itulah, anda lama-kelamaan akan mendapatkan profit yang besar. Profit yang besar ini bisa anda dapatkan dalam berbagai macam cara. Entah karena modal anda yang semakin besar, entah karena anda semakin mahir menganalisa atau keduanya. 

Saya pribadi sebenarnya lebih suka mendapatkan profit yang bertahap, daripada profit besar dalam sekejap mata, karena dengan mendapatkan profit yang bertahap tapi konsisten, profit yang kita dapatkan lama kelamaan akan semakin besar plus mental dan psikologis kita akan terbentuk dengan baik. 

Hal ini beda kalau tiba2 anda yang baru pengalaman di dunia saham, tiba2 dapat 'durian runtuh'. Secara psikologis, mungkin anda belum siap menerimanya, sehingga anda sudah kelewat senang, dan akhirnya anda termotivasi terus untuk mencari saham2 yang bisa naik puluhan persen sehari, dan anda melupakan konsep high risk high return tersebut. 

So, jangan lupakan konsep high risk high return di saham. Sekilas mungkin ini hanya terdengar seperti teori. Tetapi dalam praktikknya, banyak trader yang rugi besar karena mereka tidak mampu menerapkan dan mengaplikasikan konsep tersebut dalam trading. 

Sebelum beli saham, ketahuilah saham apa yang anda beli. Baik dari segi potensi kenaikan sahamnya maupun segi risiko di saham tersebut. Jangan asal membeli saham hanya karena anda ingin untung besar di saham. Baca juga: Belajar Analisa Teknikal Saham Full PDF.  
Kamis, 13 Desember 2018
Dua Rasa Takut (Fear) dalam Trading Saham

Dua Rasa Takut (Fear) dalam Trading Saham

Rasa takut (fear) dalam trading saham pasti pernah dialami oleh semua trader. Anda yang sekarang sudah memiliki pengalaman trading, anda pasti merasakan rasa fear ini. Bagi sebagian trader mungkin akan bertanya-tanya: "Bung Heze, maksudnya rasa fear dalam trading saham itu yang seperti gimana ya?" 

Secara garis besar, rasa fear dalam trading dapat dibagi menjadi dua, yaitu: Takut kehilangan dan takut ketinggalan.

TAKUT KEHILANGAN DALAM TRADING SAHAM

Takut kehilangan terjadi ketika saham yang anda miliki turun. Anda takut untuk cut loss. Atau sebaliknya, ketika saham anda turun, anda langsung cepat-cepat melakukan cut loss karena anda takut jika anda kehilangan modal anda lebih banyak. 

Padahal di satu sisi, anda mungkin hanya perlu menunggu sedikit waktu agar saham anda bisa naik lagi. Rasa takut ini yang sering sekali dialami oleh trader pemula. Baca juga: Saham Turun: Hold atau Cut Loss? 

Takut kehilangan juga bisa terjadi saat anda melihat saham tertentu harga turun terus. Di satu sisi, anda belum memiliki sahamnya. Karena saham turun terus, anda takut membeli sahamnya, anda takut kehilangan modal jika saham yang anda beli turun terus. Sehingga ketika saham tersebut sudah benar2 diskon, dan diakumulasi lagi, anda sudah ketinggalan momen. 

TAKUT KETINGGALAN DALAM TRADING SAHAM

Rasa takut ketinggalan terjadi ketika harga saham sedang naik tinggi-tingginya, dan anda belum memiliki sahamnya. Karena anda takut 'ketinggalan kereta', anda akhirnya memutuskan untuk membeli saham yang trennya sudah di harga puncak. 

Anda melihat saham yang lagi naik tinggi, dan anda takut kehilangan momentum di saham tersebut. Di satu sisi, anda melihat trader-trader yang sharing profit besar dari saham tersebut. 

Ujung2nya anda justru nyangkut di harga puncak, karena anda mengejar saham yang sebenarnya saham tersebut sudah naik sangat tinggi. Sesuai dengan konsep trading, tidak ada saham yang naik terus tanpa turun. Semakin tinggi saham naik (apalagi kalau anda belum pegang sahamnya), anda justru harus selalu menganalisa lebih lanjut, karena biasanya saham2 seperti ini punya potensi koreksi yang besar juga. 

Anda bisa baca-baca lagi tulisan saya tentang konsep dasar trading disini: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun.

Rasa takut dalam trading bisa diminimalkan dengan tiga cara: 

1. Pengalaman trading 

Semakin banyak pengalaman trading anda, rasa takut ini akan cenderung semakin berkurang. Hal ini sudah saya alami sendiri. Satu sampai tiga tahun pertama, melihat harga saham yang turun rasanya memang sangat mengerikan. Tapi setelah itu, saya sudah terbiasa melihat harga saham yang naik turun. 

2. Membeli saham yang benar 

Pengalaman trading saja tentu tidak cukup untuk mengurangi rasa takut dalam trading. Banyak trader yang sudah trading dengan rentang waktu yang cukup lama, tetapi banyak trader yang masih merasa takut ketika saham yang dibeli turun, atau sebaliknya, terus membeli saham-saham yang harganya sebenarnya sudah berpotensi untuk turun. 

Sehingga, banyak trader yang meskipun sudah memiliki pengalaman trading beberapa tahun, namun trader belum bisa mendapatkan profit yang  konsisten. 

Maka dari itu, selain pengalaman trading, anda harus tahu bagaimana cara membeli saham-saham yang benar. Lebih tepatnya membeli saham yang berkualitas, sesuai dengan analisa yang tepat. Saya pernah menuliskan strategi2 praktik analisis teknikal saham disini: Buku Saham. 

3. Psikologis trading yang benar 

Psikologis yang benar ana butuhkan agar anda bisa mengurangi rasa fear dalam trading saham, karena tanpa mempelajari psikologis trading yang benar, anda tidak akan bisa mengurangi rasa fear dalam trading. Cara menerapkan psikologis trading yang benar, anda bisa baca materinya disini: Psikologis dan Mindset Trading. Pahami bagaimana menerapkan mindset trading yang benar, so anda bisa memahami bagaimana cara berpikir dan analisa yang benar, sehingga anda bisa mengalahkan rasa fear tersebut.