Tampilkan postingan dengan label Bandarmologi Saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandarmologi Saham. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 September 2019
Banyak Buyer, Tapi Harga Saham Turun?

Banyak Buyer, Tapi Harga Saham Turun?

Pada umumnya, ketika suatu saham memiliki banyak buyer (pembeli) yang dominan, maka idealnya saham tersebut akan naik dalam jangka pendek. Tapi dalam praktiknya, terkadang kita juga menemukan saham yang buyer-nya jauh lebih banyak, namun harga sahamnya nggak naik bahkan cenderung turun. 

Hal inilah yang sering menjadi pertanyaan para trader, terutama mereka yang sering mengamati buy sell asing, dan trader2 yang ingin mengikuti pergerakan 'big player'. 

Ada beberapa penyebab mengapa suatu saham yang banyak dibeli harganya masih nggak naik juga. Mari kita bahas.. 

1. Masih ada perlawanan jual

Walaupun pada menu broker summary anda melihat buyer (lokal maupun asing) lebih dominan dibandingkan seller, tetapi apabila tekanan jual dari trader ritel sangat besar, sangat mungkin harga saham tidak akan langsung naik.

Selain itu, jumlah seller (baik dari jumlah sekuritas yang sedang jualan, maupun jumlah lotnya) juga bisa menunjukkan bahwa ada perlawanan jual dari bandar saham lain, meskipun saham tersebut masih lebih banyak yang melakukan akumulasi (net buy). 

Dengan kata lain, dibutuhkan jumlah lot yang jauh lebih besar lagi untuk bisa mengangkat harga sahamnya. Karena terjadi 'perang harga' antara permintaan (beli) dan penawaran (jual), maka bandar saham yang ingin menaikkan harganya akan berpikir dua kali: Apakah saham langsung dinaikkan atau ditahan terlebih dahulu, untuk memetakan seberapa besar kekuatan penawaran (seller).  

2. Bandar masih menahan harga atau masih dalam tahap akumulasi

Sebenarnya kita semua tidak pernah tahu seberapa banyak jumlah lot dan duit yang perlu bandar keluarkan untuk benar2 bisa mengangkat harga saham ke resisten-resisten tertentu. 

Jadi kalau anda melihat net buy yang sangat besar di suatu saham, belum tentu net buy sebesar itu bisa mengangkat harga sahamnya dalam waktu cepat. Dalam menaikkan harga saham, big player selalu punya banyak pertimbangan. 

Big player bisa melakukan akumulasi terlebih dahulu sebelum mengangkat harganya (membeli saham secara terus-menerus dan bertahap, jadi harganya nggak langsung naik walaupun di saham tersebut banyak yang beli).

Kedua, seperti yang saya tuliskan tadi, bandar bisa jadi menahan harga saham terlebih dahulu, karena bandar masih menguji apakah ada big player lain yang melakukan aksi jual besar-besaran, atau menunggu trader ritel kehabisan barang (saham).  

Nah kalau ternyata harga saham tidak naik, malah turun atau cenderung sideways, itu artinya, ada perlawanan dari 'pemain besar' (bandar) lainnya atau trader-trader ritel yang sebelumnya sudah memiliki banyak barang (saham), dan akhirnya sahamnya dijual dalam jumlah besar. 

Itulah mengapa kalau anda sering amati buyer-seller suatu saham di broker summary, misalnya hari Senin dan Selasa saham SMRA banyak sekali buyer, tapi harga belum naik. Tiba2 hari Rabu, seller-nya jauh lebih banyak sehingga harganya cenderung koreksi atau sideways. 

Itulah yang sering terjadi: Dibalik net buy yang bisa kita lihat secara kasat mata (melalui software trading), sangat mungkin ada big player lain atau trader2 ritel yang sudah punya banyak saham atau nyangkut dan ingin menjual sahamnya. 

Jadi buat anda yang sering bertanya-tanya: Kenapa kok saham ini banyak buyer, tapi harganya malah turun? Itulah jawabannya. 

Dan apa yang kita ulas ini sangat berkaitan dengan bandarmologi. Kalau anda sering berkunjung ke Saham Gain, di beberapa pos, salah satunya disini: Perlukah Mendalami Ilmu Bandarmologi Saham? 

Saya pernah menuliskan bahwa big player tidak bisa 100% dijadikan patokan untuk membeli atau menjual saham. Bandar juga tidak mudah memasang titik2 harga yang mudah ditebak oleh trader2 ritel. 

Anda boleh saja menganalisa secara ilmu bandarmologi. Menganalisa siapa big player di saham tersebut. Tetapi jangan pernah lupa untuk selalu mengutamakan analisis teknikal dalam trading, karena analisa teknikal bisa mencerminkan psikologis pasar. Anda bisa pelajari kembali tulisan saya disini: Belajar Analisis Teknikal atau Bandarmologi? 
Rabu, 31 Juli 2019
Bandarmologi Saham: Cara Mengatasi Tipuan Bandar

Bandarmologi Saham: Cara Mengatasi Tipuan Bandar

Kita sering sekali mendengar istilah 'bandarmologi saham'. Di web Saham Gain ini, kita juga sudah pernah mengulas tentang beberapa analisa bandarmologi, cara bandar menggoreng saham dan lain2. Anda bisa baca disini: Bandarmologi Saham. 

Secara singkat, bandarmologi itu sendiri merupakan cara dan gerak-gerik bandar dalam menggerakan harga saham tertentu sesuai dengan planningnya. Semakin kecil likuiditas saham, semakin besar kemampuan bandar menggerakkan saham. 

Pada dasarnya, bandar nggak ingin anda untung, sehingga bandar akan berusaha 'menipu' anda dengan titik-titik harga tertentu, berita-berita / rumor yang tidak jelas supaya anda terpancing masuk perangkap di saham2 yang akan digoreng bandar. 

Maka dari itu, agar anda bisa menghindari jebakan2 bandar, ada beberapa cara yang bisa anda terapkan dalam trading anda, dan cara-cara ini sudah saya terapkan sendiri selama bertahun-tahun:

1. Selalu utamakan analisa teknikal 

Metode untuk menghindari jebakan2 bandar adalah utamakan ANALISA TEKNIKAL sebelum anda membeli saham. Analisis teknikal bisa memberikan arah level beli yang bagus, level harga yang baik untuk ditradingkan.

Chart-chart pattern bisa memberikan sinyal harga saham akan turun atau rebound. Titik-titik support-resisten bisa menjadi acuan entry beli dan jual suatu saham. 

Analisis teknikal bisa mendeteksi pergerakan bandar melalui pergerakan-pergerakan polanya. Dan analisa teknikal juga merupakan cerminan psikologis pasar itu sendiri. 

Kalau ada saham yang sering digoreng bandar, kalau bandar punya kemampuan kuat untuk mengendalikan suatu saham, maka analisa teknikal-nya pasti tidak akan terbentuk dengan pola yang bagus / beraturan. Demikian pula sebaliknya. 

Praktik2 dan strategi analisa teknikal untuk mencari saham2 yang akan naik, saham2 yang sudah murah, saham2 yang punya pola bagus untuk trading, sudah banyak sekali kita bahas cara-cara tradingnya beserta strategi2 simpelnya disini: Buku Saham Pemula - Expert.

Sehingga pola2 yang terbentuk pada analisa teknikal, baik melalui candle, support-resisten, chart pattern bisa memberikan analisa yang lebih bagus ketimbang anda hanya sekedar gambling mengikuti pergerakan saham2 yang sangat berisiko. 

2. Pilih saham-saham yang berkualitas  

Selain analisa teknikal, anda harus memilih saham2 yang berkualitas untuk trading. Analisa teknikal akan bekerja dengan baik apabila anda memilih saham2 yang benar / berkualitas juga. Saham2 yang berkualitas adalah:

- Saham2 yang bisa mudah dianalisa secara teknikal
- Saham2 yang mudah rebound setelah turun
- Saham2 yang likuid 
- Saham2 yang punya fluktuatif baik 

Cara-cara memilih saham, bisa anda lakukan melalui screening saham, yaitu memilih saham2 yang berkualitas dan membuang saham2 yang memiliki pergerakan jelek, salah satunya adalah saham2 yang mudah 'dipermainkan bandar. 

Cara-cara screening saham untuk menemukan stock pick yang bagus, bisa anda dapatkan disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus

Pada saham2 yang kualitasnya baik, kemampuan bandar untuk menggoreng saham akan semakin kecil, sehingga analisa teknikal jauh lebih mudah digunakan untuk mendeteksi dan menganalisa pergerakan saham selanjutnya. 

3. Pahami analisa fundamental 

Supaya anda tidak terjebak pada tipuan bandar, anda juga harus mempelajari analisa fundamental, yang berarti anda harus  memahami perusahaan apa yang sebenarnya anda beli. Baca juga tulisan saya disini: Membeli Saham = Kenali Perusahaanya.

Saham2 yang mudah digoreng bandar adalah saham-saham yang memiliki analisa fundamental, dan bisnis operasi yang tidak jelas. 

4. Pintar menyaring berita dan rumor 

Bandar biasanya memancing trader2 ritel dengan cara memberikan berita2 atau rumor terkait emiten yang akan digoreng. Ketika banyak trader ritel sudah mulai terpancing untuk masuk jebakan bandar, disitulah bandar akan mudah beraksi dan menjadi trader ritel sebagai 'korban'. Salah satunya, melalui strategi buy on rumor, sell on news. 

Maka dari itu, anda harus trading berdasarkan trading plan dan analisa teknikal. Jangan mengandalkan rumor dan berita, karena rumor yang beredar belum tentu akan searah dengan harga sahamnya. 

Intinya, jangan mudah terpancing dan menggunakan berita serta rumor untuk keputusan trading, terutama untuk saham2 yang operasionalnya nggak jelas dan sering rugi. 

Praktikkan empat cara ini untuk menghindari tipuan bandar. Praktikkan trading2 yang benar yang didasari atas analisa-analisa teknikal dan pemahaman akan perusahaan yang anda beli.
Selasa, 02 Juli 2019

Benarkah Grafik Saham Dibentuk oleh Bandar?

Beberapa waktu lalu saya pernah dapat pertanyaan dari seorang rekan trader. Dan menurut saya, pertanyaannya cukup bagus. Berikut pertanyaannya: 

"Pak Heze, menurut saya grafik dan pola yang terbentuk di suatu saham itu sebenarnya sengaja dibuat oleh bandar, supaya bandar bisa menentukan titik-titik akumulasi dan distribusi saham. Bagaimana menurut pandangan Pak Heze?"

Saya setuju. Mengapa? Karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa semua saham itu ada bandarnya. Se-likuid apapun suatu saham, pasti ada 'pemain besar' alias bandar yang terlibat di dalamnya. 

Apalagi kalau anda perhatikan saham2 yang tiba2 bisa naik 20%, lalu 30 menit kemudian turun lagi 20%, maka sangat jelas saham tersebut dipermainkan oleh tangan-tangan bandar.   

Tapi perlu anda ingat juga bahwa setiap bandar memiliki kemampuan yang berbeda untuk menggerakan dan 'mengendalikan' suatu saham. Semakin likuid suatu saham, maka kemampuan bandar untuk menggerakkan saham semakin kecil. 

Sebaliknya, buat saham2 yang likuiditasnya kecil, jumlah saham beredarnya sedikit, bid-offer dan volumenya tipis, maka saham2 tersebut akan jauh lebih mudah untuk digoreng oleh bandar. 

Grafik saham, benarkah dibentuk oleh bandar?
Hal ini karena pada saham2 yang likuiditasnya sangat tinggi, meksipun bandar punya kemampuan menaik-turunkan saham, namun kemampuan bandar pasti jauh lebih terbatas untuk menggoreng dan mengatur saham, karena akan ada banyak 'perlawanan' dari trader ritel.

Namun kalau pada saham2 yang harganya sudah murah sekali, tidak likuid, volume tipis, bandar akan jauh lebih mudah menaik-turunkan saham. Kalau tidak percaya, anda bisa bandingkan saham2 blue chip vs saham gorengan. 

Saham2 blue chip tidak ada yang naik-turun 20% sehari. Sebaliknya, saham2 gorengan bisa dengan mudah naik-turun 20% lebih cuma dalam hitungan menit. 

Yap, tapi meskipun begitu, semua saham tetap ada bandarnya, dan REAKSI BANDAR terhadap suatu saham bisa berbeda-beda. Apa maksudnya reaksi bandar?


Perhatikan bahwa umumnya pada saham2 yang likuid, kalau bandar sudah menurunkan harga sampai titik tertentu yang wajar (karena kemampuan bandar menurunkan harga juga lebih terbatas pada saham likuid), maka bandar akan melakukan akumulasi lagi. 

Didukung dengan trader ritel yang cukup banyak yang ikutan akumulasi, akhirnya saham kembali rebound / naik. Baca juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Tetapi untuk beberapa saham lapis tiga, bisa jadi setelah bandar berhasil menurunkan saham sampai sepuasnya sampai ke titik tertentu, bandar kemudian 'meninggalkan' sahamnya, sehingga saham sideways terus di harga bawah. Baca juga: Ciri-ciri Saham yang Ditinggal Bandar.  

Jangan heran kalau anda sering melihat yang bentuknya 'aneh'. Misalnya, ada saham tertentu yang pola sebelumnya terlihat uptrend, ada beberapa titik support-resisten terbentuk. 

Tapi satu-dua bulan kemudian, harganya sudah turun, volume tiba2 hilang dan kemudian harganya nggak pernah naik lagi. Itu berarti pergerakan saham di time frame historis sebelumnya, sengaja dibentuk oleh bandar untuk akumulasi-distribusi, dan untuk menjebak trader ritel. 

Nah karena anda dan saya sekarang sudah tahu bahwa grafik saham itu terbentuk karena ada peran bandar, dan semakin jelek kualitas saham, maka bentuk grafik akan semakin nggak beraturan, dan semakin sulit dianalisa dengan layak. 

Maka di dalam trading saham, ANALISIS TEKNIKAL adalah analisis utama yang harus anda gunakan untuk membaca saham naik, membaca saham yang akan koreksi, maupun menentukan titik-titik harga krusial. Baca juga: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal. 

Namun tentunya untuk mencari titik-titik support-resisten ini, anda harus mencarinya di saham2 yang bagus dan mudah dibaca dengan analisa teknikal. 

Karena seperti yang saya tuliskan tadi, semakin bagus saham, kemampuan bandar menggoreng dan mempermainkan saham semakin kecil, sehingga anda akan lebih mudah membaca titik-titik yang menjadi acuan akumulasi-distribusi bandar melalui harga historisnya. 

Itulah mengapa sampai saat ini analisa teknikal tetap digunakan, relevan dan bisa digunakan dengan lebih akurat untuk membaca kecenderungan saham, karena dengan mempelajari analisis teknikal, anda bisa mendapatkan banyak hal. 

Anda bisa membaca titik2 support-resisten krusial, support-resisten kuat, mempelajari psikologis dan kecenderungan market dari pola-pola grafik yang terbentuk, bahkan untuk membaca bandarmologi sekalipun, sehingga disitulah anda bisa menentukan entry trading yang bisa anda lakukan.  

Jadi saran saya untuk anda, kalau anda mau mahir dalam trading, jangan pernah melupakan analisa teknikal. 

Anda boleh melakukan kombinasi analisa teknikal dengan analisa / pergerakan bandarmologi, membaca running trade dan lain2. Tetapi pada saat anda pertama kali menganalisis saham, anda harus memulai dengan menganalisis kecenderungan dan sinyal dalam grafik saham tersebut. 
Minggu, 17 Maret 2019
Perlukah Mendalami Analisa Bandarmologi Saham?

Perlukah Mendalami Analisa Bandarmologi Saham?

Saya cukup banyak menerima pertanyaan rekan-rekan trader tentang bandarmologi saham. Banyak sekali request dari rekan-rekan trader untuk membahas analisa2 bandarmologi lebih dalam, termasuk request2 untuk membuat software khusus untuk deteksi bandarmologi. 

Dan uniknya, mayoritas trader yang masih pemula, bahkan yang baru beberapa minggu trading saham, ingin bisa langsung menerapkan ilmu dan praktik bandarmologi tersebut.

Well, sebenarnya di Saham Gain ini, saya sudah pernah menuliskan beberapa analisa bandarmologi. Anda bisa dan pahami artikel2 saya disini: Bandarmologi Saham. 

Namun saya sarankan pada anda, agar anda yang benar2 ingin serius belajar saham, hendaknya anda memulai dengan mempelajari analisa teknikal. Analisa teknikal berarti adalah kemampuan anda untuk membaca GRAFIK SAHAM. 

Dengan membaca grafik saham (ANALISA TEKNIKAL), anda bisa mengetahui banyak hal:

- Tren suatu suatu (apakah saham cenderung naik, turun atau sideways)
- Mengetahui saham yang sudah terlalu mahal atau sudah murah / diskon 
- Mengetahui titik-titik krusial (support-resisten) saham yang bisa dijadikan acuan
- Mengetahui pola / kecenderungan psikologis pasar saat itu (analisa candlestick)
- Mengetahui batas harga untuk melakukan take profit 
- Mengetahui kekuatan permintaan dan penawaran harga saham (bid-offer)
- Mengetahui kecepatan, fluktuatif, likuiditas saham

Masih banyak lainnya yang tidak bisa saya sebutksan satu per satu. Sehingga otomatis kalau anda bisa melakukan analisa teknikal, anda bisa memilih, menganalisa dan menentukan saham-saham yang bakalan naik maupun koreksi.  Baca juga: Praktik Analisa Teknikal Pemula - Expert. 

Kunci utama agar anda bisa profit konsisten adalah dengan mempelajari analisa teknikal. Nah, bandarmologi tidak mempelajari secara detail analisa-analisa seperti yang saja sebutkan diatas tadi. 

Ilmu bandarmologi, lebih menekankan pada analisa trading dengan melihat pergerakan bandar saham, dan historis harga yang menjadi acuan bandar dalam menaik-turunkan harga saham. Anda bisa baca contoh analisa buyer-seller saham disini: Mendeteksi Bandar Saham dari Buyer-Seller. 

"Tapi Pak Heze, dengan mempelajari gerak-gerik bandar kan, kita bisa mengetahui di harga berapa bandar bakal membeli ataupun jual saham, sehingga kita bisa ikuti apa yang bandar saham inginkan" Celetuk anda 

Benar, namun berdasarkan pengalaman saya, jika anda cuma melakukan analisa bandarmologi, kemungkinan besar anda akan sering tertipu oleh gerak-gerik bandar. Artinya, kemungkinan anda memprediksi saham akan lebih sering. Kenapa demikian?

Perlu anda ketahui, para bandar saham itu memiliki modal yang jauh lebih besar. Bandar saham memiliki informasi-informasi yang lebih cepat daripada anda dan saya. Bandar saham lebih pintar daripada anda dan saya. 

Dengan kata lain, bandar saham tidak akan dengan mudah memasang titik-titik harga akumulasi atau distribusi yang bisa dengan mudah anda tebak dan ikuti. 

Sebagai contoh, jika bandar melakukan akumulasi saham besar2an di harga 500, bukan berarti harga saham bakalan diangkat tinggi setelah itu. Sehingga harga 500 ini menjadi acuan trader ritel untuk beli dan mengikuti apa yang diakumulasi bandar. Sama sekali tidak ada jaminan tersebut. 

Karena seperti yang saya tuliskan tadi: Bandar lebih pintar daripada anda dan saya. Walaupun bukan tidak mungkin bandar saham juga bisa nyangkut (karena team bandar di satu saham bisa lebih dari satu, sehingga bisa terjadi "perang" permintaan dan penawaran), tetapi bandar lebih mengerti titik harga yang bakalan menjadi acuan trader ritel.

Meskipun ada bandar-bandar besar yang melakukan akumulasi dalam jumlah banyak, seringkali saham tidak bergerak naik (justru sebaliknya). Sebaliknya, ketika bandar melakukan distribusi (jual) besar-besaran, sangat mungkin harga saham justru breakout.  

Ini artinya hanya menggunakan analisa bandarmologi berpotensi membuat anda bisa sering salah dalam mengambil posisi trading, meskipun mungkin anda menemukan software2 khusus analisa bandarmologi yang harganya tidak murah, namun sekali perlu anda pahami, bandar tidak mudah memberikan titik-titik harga yang bisa dibaca oleh trader ritel seperti anda dan saya.  

Kedua, analisa bandarmologi juga ada kelemahannya, yaitu anda membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menganalisa saham secara real time. Dalam analisa bandarmologi, anda perlu melihat dengan detail bagaimana bandar bergerak. 

Anda juga perlu menganalisa bagaimana bandar melakukan akumulasi-distribusi, bagaimana gerak-gerik bandar di saham tersebut, titik-titik harga, bandar siapa saja yang memiliki power yang besar di suatu saham dan masih banyak lainnya.  

Ketiga, analisa bandarmologi ini tentu juga tidak simpel. Nah, karena anda perlu banyak mengamati pergerakan bandar, anda perlu melihat pola-pola kecenderungan / gerak-gerik bandar, analisa bandarmologi selain memakan waktu, juga tidak simpel.  

Anda yang tidak punya banyak waktu, tentu saja anda akan kesulitan jika harus terus memantau layar hanya untuk melihat pergerakan bandar. Selain itu, karena bandarmologi tidak simpel analisanya, maka pemula tidak saya sarankan untuk langsung menggunakan analisa tersebut untuk trading. 

Inti dasar analisis saham adalah ANALISIS TEKNIKAL, BUKAN BANDARMOLOGI. Analisa bandarmologi sebenarnya adalah analisa PELENGKAP, bukan analisa utama. Jadi jangan salah persepsi bahwa hanya dengan membaca buyer-seller suatu saham, membaca arah pergerakan akumulasi dan distribusi bandar, anda bakalan bisa untung terus. 

Justru hal sebaliknya yang akan terjadi. Di dalam analisis teknikal sebenarnya anda sudah bisa mendeteksi bandarmologi itu sendiri plus PSIKOLOGIS PASAR, tanpa harus melihat terus-menerus buyer-sellernya. 

Karena di dalam grafik analisis teknikal itu dapat mencerminkan psikologis pasar itu sendiri, dan titik-titik krusial yang bisa menjadi acuan dalam trading. Seperti analisa candlestick, support-resisten, tren semuanya dapat digunakan untuk melihat psikologis pasar dan kecenderungan bullish-bearishnya (naik-turunnya) suatu saham selama kurun waktu tertentu. 

Di satu sisi, analisis teknikal JAUH LEBIH SIMPEL ketimbang analisis bandarmologi. Penggunaan indikator, candlestick jauh lebih mudah diinterpretasikan dan diterapkan untuk trading. 

Jadi anda, terutama pemula, anda perlu paham dulu apa dan bagaimana mempraktikkan analisis teknikal untuk dapat untung di saham. 

Jangan mudah terpengaruh ajakan2 yang mengatakan bisa untung besar hanya dengan lihat pergerakan bandar, bisa untung cepat hanya dengan deteksi bandarmologi, karena praktiknya tidaklah semudah itu. 

Dan satu hal lagi, jangan berharap anda jago bandarmologi, kalau anda belum bisa untung dengan analisis teknikal

Karena di dalam analisis teknikal sudah memuat pergerakan2 bandar, serta psikologis pasar. Nah, kalau anda bingung membaca dan menerapkan analisis teknikal, untung dari analisa bandarmologi hanyalah angan-angan saja. 

Lalu, di manakah pentingnya peran analisa bandarmologi saham Pak Heze? Tanya anda 

Seperti yang saya jelaskan, bahwa analisa bandarmologi itu sifatnya adalah analisa tambahan. Artinya, kalau anda sudah mantap dan bisa untung dari analisa teknikal. Anda juga punya cukup untuk menganalisa saham.. 

Maka, anda boleh perdalam ilmu bandarmologi anda. Jadi, pergerakan buyer-seller bandar ini nantinya bisa anda kombinasikan dengan analisis teknikal / chart saham yang anda amati. 

Tapi kalaupun anda ternyata cuma pakai analisa teknikal, tidak pakai analisa bandarmologi, no problem. Toh, analisa teknikal itu sudah mewakili keseluruhan analisis saham, dengan cakupan yang sangat luas (baik untuk trading jangka pendek, maupun jangka yang agak panjang), serta simpel untuk digunakan.  

Gunakan dulu analisa yang lebih simpel namun terbukti memberikan profit konsisten (analisis teknikal), barulah anda bisa mulai mencoba mendalamai ilmu bandarmologi, sebagai ilmu tambahan.
Kamis, 21 Februari 2019

Mendeteksi Bandar Saham dari Buyer-Seller

Bandarmologi adalah salah satu analisis tambahan yang bisa anda gunakan ketika anda sedang mengamati pergerakan saham2 tertentu. Ada banyak cara untuk mendeteksi bandarmologi, salah satunya (cara manual) bisa anda deteksi menggunakan analisis buyer dan seller terbesar (top buyer and seller). 

Karena bandar yang menggerakkan saham adalah sekumpulan orang yang memiliki modal besar, maka anda bisa melihat seberapa besar kekuatan buyer seller "para pemain" besar ini. Caranya? 

Sebelum saya masuk lebih lanjut, anda harus mengetahui cara melihat net buy net sell sekuritas melalui net stock summary-nya. Untuk melihat buyer seller terbesar-terkecil sekuritas, anda bisa baca-baca lagi pos saya disini: Analisis Saham Berdasarkan Net Buy dan Net Sell.

Pada kasus saham2 yang turun drastis, dan jual sebaliknya (saham2 yang naik drastis) dan anda ingin membeli sahamnya, ada kalanya anda perlu melihat bandar-bandar siapa saja yang melakukan aksi jual (atau beli) besar-besaran selama saham berada dalam tren tersebut. 

Sebagai contoh saya berikan saham yang berada dalam masa bearish. Perhatikan grafik saham JPFA dibawah ini:  

Analisa teknikal saham JPFA
Saham JPFA ini terlihat turun sangat cepat hanya dalam 5 hari, turun dari 3.000 ke 2.280. Kalau anda ingin memutuskan apakah saham ini kira2 masih dijual terus atau tidak, anda bisa lihat bandar2 (sekuritas) siapa saja yang melakukan akumulasi dan distribusi selama beberapa hari tersebut. Berikut adalah aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh sekuritas- sekuritas:

Tabel Net Sell JPFA
Bisa anda lihat diatas, ternyata penjual saham JPFA yang paling besar adalah dari sekuritas DB, MS dan YP. Tentang kode2 sekuritas anda bisa tanya Mbah Google. 

DB melakukan penjualan JPFA sebanyak 12,4 juta lot, dan DB ini sama sekali tidak melakukan akumulasi beli (anda bisa lihat tidak ada buy lot sekuritas DB). Ini artinya, masih terjadi tekanan jual yang cukup besar di saham JPFA. 

Penjualan DB ini bertambah terus, di mana pada menit2 sebelumnya DB menjual 4 juta lot, dan terus bertambah hingga 12,4 juta lot. 

Pada sehari sebelumnya, sekuritas CC dan DB menjadi penjual terbesar, di mana CC menjual JPFA sampai 13 juta lot lebih (tapi sayangnya belum sempat crop net buy-sellnya). Nah, kemudian keesokan hari, CC tampak sudah kehabisan saham, karena CC tidak lagi menjual lot sebanyak hari sebelumnya. 

Anda bisa lihat lagi tabel net sell diatas. Di mana CC walaupun masih melakukan jual saham yang besar, tetapi penjualan saham CC sudah tidak segencar sebelumnya, dan CC sudah mulai melakukan akumulasi beli (Pada tabel diatas, CC membeli 2,7 juta lot). 

Sekuritas MS juga masih menjual JPFA dalam jumlah besar yaitu 7 juta lot lebih, dan hanya melakukan sedikit akumulasi. Sedangkan YP juga menjual JPFA sebanyak 5 juta lot lebih, walaupun YP melakukan akumulasi yang besar. 

Di satu sisi, belum ada aksi akumulasi beli yang signifikan. Anda bisa lihat tabel net buy JPFA dibawah ini: 


Pada tabel net buy diatas, hanya YP yang melakukan akmulasi beli hingga 9 juta lot. Tapi itupun YP juga distribusi sebanyak 5 juta lot lebih. 

KESIMPULAN BANDARMOLOGI: Dari analisa buyer seller ini, bisa disimpulkan bahwa masih terjadi aksi jual yang besar. Di mana sekuritas2 utama yang masih punya 'banyak barang' di JPFA adalah DB dan MS (sebelum ada CC sebagai seller terbesar). Sedangkan, aksi akumulasi beli juga belum terlihat dominan.

Jadi menurut analisa buyer-seller ini, JPFA masih ada kemungkinan turun atau sideways sebelum naik, karena kabar baiknya sekuritas CC yang merupakan top seller yang menjual dalam jumlah sangat besar, sudah mulai kehabisan barang (jadi kemungkinan besar sahamnya sudah nggak akan turun terlalu banyak). 

Tetapi DB dan MS masih terus mengguyur jual saham JPFA tersebut. Di mana DB terutama, aksi jualnya nggak main2 karena sampai 12 juta lot lebih, dan DB nggak melakukan akumulasi sama sekali. 

Nah, kalau mengacu pada analisa bandarmologi buyer seller, maka anda saya sarankan membeli saham apabila, sekuritas2 yang punya lot banyak dan rutin mengguyur saham ini, tekanannya sudah mulai berkurang. Caranya lihat?

Anda harus pantau REAL TIME net buy dan net sellnya, karena dari sini bisa anda lihat kecepatan dan besarnya sekuritas dalam menjual saham. Kalau ternyata hari kemarin dan hari ini sekuritas yang sama masih menjual dalam jumlah besar, maka bisa jadi sahamnya masih belum akan naik. 

Tetapi kalau guyuran jual sudah mulai berkurang, plus sudah mulai terjadi akumulasi beli dengan frekuensi yang lebih banyak dari sekuritas2 lain, maka hal ini bisa jadi pertanda bahwa saham tidak akan koreksi lebih dalam lagi. 

Namun masalahnya, kita semua juga tidak tahu kapan akan dinaikkan lagi. Apakah naiknya beberapa menit kemudian? Apakah besok? Bisa saja terjadi. 

Tapi biasanya kalau sekuritas yang rajin melakukan distribusi besar2an mulai berkurang volume jualnya (net sell), saham tersebut tidak butuh waktu lama untuk naik lagi.

Jika sekuritas2 tersebut sudah tidak melakukan aksi jual sebesar sebelumnya, atau bahkan sudah mulai melakukan akumulasi2, maka bisa jadi "barang"-nya (saham) sudah habis alias jenuh jual, sehingga saham akan lebih mudah naik kalau ada banyak pihak ritel, lokal maupun asing yang beli. 

Karena kalau yang jualan barangnya sudah habis, tidak akan ada banyak perlawanan jual besar2an ketika para buyer mulai masuk di saham dengan harga yang murah. Sudah paham sampai disini?  

Kalau anda sudah melihat tanda2 top seller yang berkurang, dan mulai ada sekuritas (top buyer) yang beli dalam jumlah lebih banyak, anda bisa mulai ikutan buy. Mungkin nggak harus beli semua modal anda, tapi anda bisa beli bertahap. 

Kelemahan analisa bandarmologi buyer seller ini, anda memang harus sering2 pantau market (real time) buat melihat analisa dan kecepatan bandarmologi dalam akumulasi dan distribusi, terutama pantaulah buyer seller terbesarnya. 

So, anda yang tidak punya banyak waktu untuk berada di depan layar trading, anda nggak perlu repot2 lakukan analisa ini, karena sekali lagi, bandarmologi ini adalah analisis tambahan alias analisa pelengkap. 

Jangan pernah abaikan analisa teknikal sebagai analisa utama dalam trading, meskipun anda melakukan analisa buy sell tersebut. Baca juga: Belajar Analisis Teknikal atau Bandarmologi? 

Kalau anda melihat adanya gerak-gerik bandar yang menjual saham besar2an, atau sebaliknya mulai akumulasi saham dalam jumlah banyak, anda harus cek grafiknya. Cek analisa teknikalnya juga. Dan cek titik2 support resisten pentingnya.     
Senin, 11 Februari 2019

Saham BUMI: Anda Untung atau Buntung?

Saham BUMI adalah saham yang selalu menjadi saham fenomenal di Bursa Efek. Sudah berkali-kali BUMI selalu menjadi saham yang dikoleksi, digembar-gemborkan ketika harga saham BUMI tiba2 bergerak naik drastis. Sehingga, di kalangan trader BUMI ini disebut sebagai saham sejuta umat.

Sebenarnya BUMI sendiri pernah masuk dalam jajaran saham blue chip tahun 2008. Namun karena kinerja fundamental BUMI yang anjlok, kondisi ekonomi yang sedang lesu, dan harga batu bara turun, membuat BUMI akhirnya sempat menjadi saham tidur cukup lama. 

Tetapi saat BUMI mulai bergerak, ada banyak rumor positif tentang saham BUMI, BUMI mulai kembali bergerak, mayoritas trader mulai ikut memborong saham BUMI ini. 


Perhatikan grafik BUMI diatas. Ini adalah masa-masa di mana BUMI mengalami titik 'puncaknya' tapi kemudian BUMI kembali longsor. Pada saat BUMI mulai bergerak naik dari Rp50 (tanda persegi), para trader mulai optimis, sebagian besar  trader ritel melakukan akumulasi. 

Pada waktu itu, mulai banyak trader yang memamerkan profitnya dari saham BUMI, muncullah analis-analisa dadakan, dan rumor2 yang mengatakan fundamental BUMI akan membaik dalam jangka panjang (entah apa dasarnya, padahal BUMI ini naik hanya karena isu-isu sesaat dan sewaktu2 bisa balik lagi ke harga gocap seperti ELTY dan kawan2). 

Rasa optimis terhadap BUMI ini semakin berapi-api setelah BUMI berhasil break dari resisten psikologisnya 500 (saat itu di 520). Prediksi-prediksi tentang harga wajar saham BUMI mulai banyak saya dengar. Ada yang mengatakan harga wajar BUMI 1.000. 

Ada yang mengatakan BUMI akan dinaikkan sampai 900. Ada yang mengatakan BUMI bagus untuk investasi jangka panjang dan analisa-analisa positif lain tentang BUMI bermunculan terus.

Para trader yang belum membeli sahamnya akhirnya nggak mau ketinggalan. Banyak sekali trader yang masuk di saat BUMI sudah naik ke 490-520 ini. Hasilnya sudah bisa kita tebak.

Begitu BUMI menyentuh 520, BUMI bukannya naik ke 900 atau ke 1.000 seperti yang diprediksi trader dan analis-analis dadakan sebelumnya, melainkan BUMI turun teratur sampai ke harga 180. Sampai sekarang, seolah tidak ada kabar lagi dengan saham BUMI ini.

Saya juga pernah bahas pelajaran teknikal BUMI, terutama tentang psikologis bandar disini: Analisa Saham BUMI : Permainan Psikologis Saham BUMI. 

Nah pada saat BUMI mulai turun ke 300-an itu, saya dapat pertanyaan2 dari trader yang menanyakan bagaimana prospek BUMI, apakah BUMI akan balik ke 500, apakah BUMI masih turun lagi dan banyak pertanyaan lainnya. 

Saya ingat betul kejadian saham BUMI ini, dan ini adalah kesekian kalinya banyak trader yang nyangkut di saham hanya karena trader mendengar rumor, mendengar kata analis, kata trader lain tanpa melakukan analisa dan riset terlebih dahulu.

Padahal di laporan keuangan BUMI saat itu, sama sekali tidak ada tanda2 bahwa fundamentalnya bakalan cemerlang dalam waktu dekat. Saham BUMI kemudian mengingatkan saya pada saham BEKS yang pada waktu itu sangat ramai, serta diburu para trader karena rumor fundamentalnya yang membaik. 

Pada waktu itu, di pos ini: Analisis Jangka Panjang Saham BEKS, saya juga sudah menuliskan analisa fundamental BEKS sekaligus memberikan warning untuk para trader maupun investor agar tidak terjebak dengan rumor2 yang beredar ini. 

Kembali lagi, pada grafik BUMI diatas bahkan selama beberapa tahun, BUMI nyaris balik lagi ke gocap, ke harga 80-100... Walaupun akhirnya BUMI berhasil naik sampai 180. Tapi tetap saja BUMI masih jauuuh dari harga awalnya. 

Meskipun sewaktu-waktu BUMI bisa naik lagi, tetapi dari historis2 yang ada, kita semua hendaknya mengambil pelajaran berharga... 

Di saat BUMI naik ke 500, saya bahkan ditanya oleh rekan2 trader: Kenapa nggak ikutan beli sahamnya? BUMI bakalan naik lagi tuh, sayang sekali Bung Heze kalau nggak ikutan di saham sejuta umat ini.. 

Karena saya tidak menemukan alasan yang lebih rasional kenapa BUMI ini naik begitu banyak, selain rumor2 dan overrated-nya saham BUMI ini tadi, maka saya nggak ikutan. Saya hanya trading jangka pendek di BUMI saat BUMI baru saja memulai tren naiknya. Tapi setelah itu.. Well, saya sudah cari saham2 lainnya. 

Itulah kenapa anda perlu memiliki analisa sebelum beli saham. Jangan beli saham hanya karena anda tidak mau terlihat konyol di saat saham tersebut booming, dan anda nggak pegang sahamnya. Saya pernah tuliskan hal itu disini: Saham IPO yang Menjebak Trader: Studi Kasus Saham SWAT.

Apakah anda yang pernah beli saham BUMI, anda untung ataukah malah tambah buntung? Apakah sekarang justru saham anda nyangkut? Well, itu bukanlah masalah besar selama anda masih ada modal untuk trading. 

Anggap saja ini adalah biaya belajar saham, supaya kedepan para trader saham tidak mengulangi hal yang sama. Dan inilah tujuan saya menulis pos ini, agar bisa menjadi pembelajaran untuk anda dan juga saya. 

Saham BUMI ini hendaknya bisa menjadi pelajaran bagi kita bersama, terutama para trader dan juga investor. Karena hal-hal seperti ini, bukan hanya terjadi di saham BUMI saja. Di pasar saham pasti akan anda temui kasus yang mirip2 dengan BUMI ini, yaitu.... 

Saham yang booming yang karena rumor, isu yang digoreng buat meningkatkan optimisme anda dan saya trader ritel.. Di saat itu mulai muncul para pakar2 dadakan yang memberikan prediksi yang baik2 tentang saham tersebut. 

Di saat saham sudah naik tinggi, dan optimisme trader ritel terus berlanjut, disitulah bandar mulai menjual sahamnya besar2an. Sehingga trader yang sudah membeli, tidak bisa menjual untung. 

Masalahnya, anda tidak tahu kapan suatu saham akan dijatuhkan oleh bandar dalam jumlah besar. Apalagi kalau anda sudah terlanjur optimis, maka anda bisa berpotensi menjadi trader yang greed dan mulai lupa logika. 

Dari saham BUMI ini, mari kita sebagai trader maupun investor belajar untuk lebih menggunakan analisa dan riset sebelum membeli saham... Jangan sampai trader terjebak dan mengulang kesalahan yang sama.
Sabtu, 26 Januari 2019

Belajar Bandarmologi Saham: Saham SIDO

Bandarmologi di dunia saham sudah tidak asing lagi. Banyak trader yang ingin mempelajari dan trading menggunakan keputusan analisa bandamologi. Baca juga: Belajar Bandarmologi atau Analisis Teknikal? 

Kalau anda ingin mendeteksi bandarmologi, anda sebenarnya bisa melihat dan mempelajari pergerakan saham2 yang biasa digoreng oleh bandar. Nah, di pos ini saya akan memberikan contoh saham SIDO yang digoreng bandar. Perhatikan grafik SIDO dibawah ini. 

Belajar Bandarmologi - Saham SIDO
SIDO tampak membentuk tren naik yang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ada aksi akumulasi SIDO. Tapi setelah itu SIDO kemudian membentuk tren sideways di harga 800-850. SIDO tidak mengalami kenaikan yang lebih tinggi. Sekarang coba perhatikan lagi grafik SIDO dalam range yang lebih pendek. 

Bandarmologi Saham SIDO
Bandar awalnya melakukan penjualan SIDO secara bertahap, sehingga tampak pada chart (tanda lingkaran), bahwa SIDO mengalami penurunan harga saham secara berangsur tapi pasti. Namun di hari berikutnya, tepatnya di jam penutupan bursa (closing), tiba-tiba saham SIDO langsung dijual secara masif oleh bandar (tanda panah). 

Awalnya SIDO masih berada di rentang harga 815-820. Namun pada saat closing, harga saham SIDO tiba2 langsung anjlok 7% lebih hanya dalam hitungan menit, dan SIDO ditutup di harga 750. 

Tetapi di chart bisa anda lihat bahwa keesokan hari setelah saham SIDO turun begitu banyak, SIDO kembali rebound normal, dan SIDO kembali bergerak di rentang 815-820. 

Nah, jatuhnya saham SIDO sebesar 7% dalam sehari ini adalah 'permainan bandar', di mana bandar memang sengaja menjual saham dalam jumlah besar, karena bandar menilai saham SIDO sudah mahal (hal ini terlihat dari chart sebelumnya di mana SIDO hanya bisa sideways di harga resistennya). 

Apa tujuannya bandar membuang barang dalam sehari, dalam jumlah yang sangat besar? Sudah jelas tujuannya supaya bandar bisa membeli lagi saham SIDO di harga bottom, karena bisa anda lihat bahwa keesokan hari saham SIDO sudah diakumulasi lagi, sehingga harganya kembali bergerak naik. 

Ini adalah salah satu strategi bandar supaya bisa dapat saham di harga murah: Ketika harga saham sudah naik tinggi, bandar akan membuang barang dalam jumlah yang sangat masif. Hal ini bisa terjadi dalam sehari atau lebih dari sehari. Nah, ketika saham sudah benar2 jatuh, bandar akan beli lagi sahamnya, karena saham tersebut sudah murah atau sudah mencapai titik supportnya. 

Kalau anda menemukan saham2 yang tiba2 turun drastis dalam sehari seperti saham SIDO ini (terutama menjelang penutupan), apalagi jika anda sebenarnya sudah dapat sahamnya di harga bagus, anda tidak perlu panic selling.  

Karena dalam banyak kasus, saham-saham yang anjlok banyak dalam sehari, harga saham besoknya sudah kembali normal (Dengan catatan sahamnya adaah saham yang masih likuid, bukan saham-saham lapis tiga yang pergerakannya sangat tidak jelas). 

Dan menurut penulis pribadi, SIDO ini memang kadang2 digoreng, tapi SIDO bukan masuk dalam kriteria saham2 lapis tiga macam KPAS, AKPI dan saham2 lapis tiga yang teknikal dan fundamentalnya tidak layak untuk dibeli. 

Karena sebenarnya semua saham itu ada bandarnya. Hanya bedanya terletak pada kekuatan bandar untuk menggoreng suatu saham. Semakin likuid dan jumlah saham beredar semakin banyak, kemampuan bandar untuk menaik-turunkan harga sesuka hati akan semakin kecil.

"Terus gimana strategi trading di saham2 seperti ini Pak Heze?" Tanya anda

Jika anda saham seperti SIDO ini yang tiba2 harganya anjlok cepat dalam sehari, maka bisa jadi itu adalah strategi bandar yang sengaja menjatuhkan harga, agar besoknya bandar bisa dapat barang yang banyak di harga murah. 

Anda bisa 'mengikuti kemauan bandar', yaitu membeli saham2 yang sedang anjlok ini, dengan catatan keesokan hari sudah mulai ada aksi akumulasi (tidak jatuh lagi). 

Tapi memang saham2 seperti ini agak spekulasi juga, karena pasca penurunannya, biasanya pergerakan naik turunnya cukup cepat, sehingga kadang trader belum sempat membeli, sahamnya sudah naik duluan. 

Nah, kalau anda masih ragu dengan saham2 seperti ini, ada baiknya anda hindari dulu. Kalau mau main aman, pilihlah saham2 yang likuiditasnya lebih oke. 
Minggu, 21 Oktober 2018
Belajar Analisis Teknikal atau Bandarmologi?

Belajar Analisis Teknikal atau Bandarmologi?

Semakin canggihnya pasar saham di generasi milenial ini, anda akan banyak menemukan analisa yang bisa anda gunakan untuk meraih profit di pasar saham. Kalau dulu kita hanya mengenal analisa teknikal (untuk trader) dan analisa fundamental (investor). 

Kini kita juga mengenal analisa bandarmologi untuk memprediksi saham yang akan naik. Bandarmologi semakin dicari oleh trader, karena prinsip bandarmologi adalah mendeteksi pergerakan bandar. Apakah bandar mau buy atau bandar mau sell, atau bandar sedang melakukan akumulasi besar? Atau sebaliknya distribusi di sebuah saham.

Logikanya kalau anda bisa mengetahui kemana bandar bergerak, anda bisa mengikuti pergerakan bandar, sehingga anda pasti untung. Tapi benarkah penerapannya sesederhana itu? 

Terkait hal ini, kemudian banyak sekali trader pemula yang ingin memulai belajar saham dengan mempelajari bandarmologi. Banyak pengunjung web Saham Gain ini yang ingin agar saya mengulas secara detail tentang bandarmologi untuk trading. 

Di Saham Gain ini, saya sudah pernah membahas beberapa topik bandarmologi di saham2 lapis tiga. Anda bisa baca-baca lagi artikel saya disini: Bandarmologi Saham.

Akan tetapi inti dasar main saham sebenarnya bukan ada di bandarmologi. Sehingga kalau anda, terutama pemula, langsung mau memulai dengan belajar bandarmologi, cara tersebut tidak saya anjurkan. 

Ilmu utama dalam trading saham adalah ANALISA TEKNIKAL. Analisa teknikal mencakup banyak hal, yaitu grafik, indikator, candlestick, support-resisten dan lain2. Kalau anda mau mempelajari analisa teknikal dan praktik langsung penerapannya dalam trading, anda bisa mendapatkan praktik lengkapnya disini: Buku Saham. 

Kenapa anda harus memulai dan mendalami analisa teknikal lebih dahulu? Analisa teknikal itu mencakup semua hal yang anda butuhkan untuk mendapat profit di pasar saham. Analisa teknikal adalah bagian luas alias bagian utama dari trading saham. Sedangkan bandarmologi adalah bagian dari analisa teknikal. 

Analisa teknikal bisa mencerminkan pergerakan HISTORIS harga saham. Pergerakan historis harga saham ini akan membentuk pola-pola tertentu. Chart pattern seperti triple bottom, double top, cup and handle dan sebagainya. Serta support-support kuat, dan sebagainya. Sesungguhnya pola2 tersebut mencerminkan pergerakan dan psikologis pelaku pasar di dalamnya. 

Nah melalui analisa teknikal grafik dan pola-pola yang terbentuk, anda sudah bisa menganalisa dan mendeteksi apa yang akan dilakukan oleh bandar. Pola-pola saham dalam grafik dan pergerakan historis saham seringkali dijadikan sebagai acuan bandar untuk akumulasi / jual saham di titik-titik grafik harga tertentu. 

Jadi kalau anda belum paham analisa teknikal, dan belum bisa mengaplikasikannya untuk mendapatkan profit dalam trading anda, jangan berharap anda akan jago dalam ilmu bandarmologi.  

Belajar dan perdalam ilmu bandarmologi kalau anda sudah benar-benar bisa mengaplikasikan analisa teknikal. Analisa bandarmologi bukanlah analisa utama dalam saham, namun sifatnya sebagai analisa tambahan. 
Itulah alasan mengapa di web ini saya lebih banyak memaparkan analisa teknikal. Termasuk di ebook yang terbitkan disini: Buku Pilihan Trader Saham Terbaik, saya mengulas banyak sekali strategi2 trading yang murni belajar analisa teknikal. 

Tanpa analisa teknikal dan hanya berbekal ilmu bandarmologi, anda ibarat seseorang yang kehilangan arah dalam trading. Analisa teknikal adalah kompas utama anda dalam trading saham. Dan bandarmologi sudah termasuk di dalam analisa teknikal itu sendiri. 
Sabtu, 11 Agustus 2018
Profit Saham: Ilmu Bandarmologi Saham

Profit Saham: Ilmu Bandarmologi Saham

Ilmu bandarmologi untuk mendeteksi pergerakan harga saham merupakan salah satu "analisa" yang seringkali digunakan oleh para trader untuk mendeteksi kecenderungan pergerakan harga saham melalui gerak-gerik bandar.  

Selama ini dalam analisa saham, kita hanya mengenal dua jenis analisa, yaitu analisa teknikal (untuk trader) dan analisa fundamental (untuk investor). Jadi analisa bandarmologi ini boleh saya katakan termasuk dalam analisa lain-lain (selain analisa teknikal dan fundamental yang selama ini dikenal dan digunakan oleh banyak pemain saham). 

Harus diakui bahwa sekarang ini banyak trader yang mencari cara memprediksi saham menggunakan bandarmologi, di mana cara ini bagi sebagaian besar trader dianggap lebih mudah untuk memprediksi kecenderungan pergerakan saham dan "lebih mudah". 

"Pak Heze apakah anda sendiri menggunakan ilmu bandarmologi untuk keputusan trading?" Tanya anda penasaran . 

Jujur saja, saya tidak terlalu menggunakan analisa bandarmologi untuk mengambil keputusan trading. Apalagi sampai menggunakan tool2 khusus untuk memantau gerak-gerik bandar. Analisa2 yang saya lakukan selama ini murni lebih mengarah pada analisa teknikal (grafik, chart pattern, candlestick, support-resisten dan lain2). 

Sebagian trader berpikir: Kalau kita bisa mendeteksi pergerakan bandar saham menggunakan tool2 atau data historis sekuritas, untuk apa kita susah-susah memantau grafik?

Dahulu waktu pertama trading saya juga memiliki pikiran yang sama. Saya mencoba mencari cara dan jejak bandar, di harga berapa bandar akumulasi saham, sehingga saya bisa memperkirakan kapan saya harus masuk di saham2 tertentu. Hasilnya? Terlalu banyak analisa, kepala puyeng, ruwet. Tapi... Hasilnya tidak maksimal.  

Saya mempelajari banyak tentang bandarmologi (karena dalam pergerakan bid-offer itu sendiri sebenarnya bisa ditebak pergerakan bandar). Akan tetapi, analisa saya untuk membeli dan menjual saham berdasarkan bandarmologi sebatas pada analisa bid-offer dan running trade, dan semua analisa tersebut tetap harus di-cover dengan analisa teknikal.

Karena sejak awal trading saham saya sudah mencoba mempelajari banyak bandarmologi dalam trading saham, maka jika anda ingin memutuskan untuk menggunakan analisa bandarmologi total dalam trading anda, anda harus mempertimbangkan dua hal ini: 

1. Bandar bukan trader pemula 

Bandar saham bukanlah trader pemula yang asal memutuskan dalam membeli saham2 yang akan digoreng. Kalau anda berpikir untuk mendeteksi pada harga berapa bandar melakukan akumulasi saham, maka bandar tidak akan dengan mudah memberikan bekas-bekas "jejak" harga historis yang diakumulasi.

Sehingga jika anda menebak, katakanlah, bandar saham sedang akumulasi saham ELSA di harga 370-380, sehingga anda memutuskan ikut membeli ELSA di harga 370-380 dengan harapan anda jual di 390, maka keputusan ini kurang tepat, karena bisa saja tebakan anda benar bandar akumulasi di 370-380, tapi bisa saja bandar besar lain sudah akumulasi besar2 di harga2 bawah, sehingga bisa jadi ketika harga berada di 380-384, then harga sahamnya langsung turun / koreksi. 

Ada baiknya kalau anda mau menggunakan analisa bandarmologi (sah-sah saja sebenarnya analisa tersebut), anda juga harus tetap menganalisis grafik teknikalnya. 

Analisa teknikal adalah analisa yang sebenarnya bisa menggambarkan cerminan psikologis pasar, karena analisa teknikal grafik terdiri dari kumpulan pola-pola candlestick historis, sehingga dengan pola2 teknikal yang anda, anda bisa memprediksi lebih akurat kecenderungan pergerakan harga saham. Baca juga: Belajar Candlestick Saham: Candlestick adalah Cerminan Sinyal dan Psikologis Pasar

2. Bandar saham lebih pintar, lebih banyak modal daripada anda dan saya 

Bandar saham memilliki modal yang jauh lebih besar daripada anda dan saya. Bandar saham memiliki lebih banyak pengalaman dan bandar saham pastinya bekerja dalam tim untuk menggoreng suatu saham. 

Bandar saham lebih paham timing yang tepat untuk menggoreng saham, kapan harus menaikkan harga besar-besaran, kapan harus menghentikan sementara aktivitas menggoreng sahamnya, kapan harus menjual saham secara masif dalam waktu beberapa bulan atau bahkan dalam hitungan menit.  

Jadi kalau anda mau mendeteksi pergerakan bandar secara pasti, maka usaha anda ibarat 'menangkap angin' alias sia-sia. Di pasar saham, ada banyak sekali kepentingan2 trader yang ada di dalamnya. Anda tidak akan bisa mengetahui apa isi pikiran dan rencana2 trader terhadap suatu saham, apakah mau dinaikkan, diturunkan atau dibuat sideways dulu dalam waktu yang lama. 

Bandar pasti mengerti harga-harga yang sering menjadi acuan trader-trader ritel untuk masuk, sehingga bandar tidak akan dengan mudah memasang harga2 acuan ini untuk bisa memudahkan trader ritel masuk di saham yang akan digoreng. 

So sekali lagi, analisa teknikal tetap harus anda utamakan dalam analisis saham anda. Artinya di pos ini sebenarnya saya juga menyarankan pada anda yang sedang mencari-cari cara untuk mendeteksi bandar seakurat mungkin, untuk tidak terlalu terpaku pada acuan bandar, karena cara2 seperti ini akan membuat anda capek sendiri.   

Analisa teknikal memiliki banyak sekali kelebihan, yaitu dapat digunakan untuk mengambil posisi atau trading dalam beberapa menit saja, beberapa jam, sehari, dua hari, seminggu, sebulan bahkan diatas tiga bulan sekalipunAnalisa teknikal memiliki banyak sekali keleluasaan dalam analisis. Dan satu lagi. Analisa teknikal TIDAK RIBET. 

Kalau ada cara yang bisa anda gunakan untuk mendeteksi harga saham dengan lebih simpel, anda tidak perlu mencari yang rumit, kecuali kalau anda ingin mengembangkan analisa2 anda yang lain. 

Saran saya untuk pemula, mulailah dengan mendalami analisa teknikal, bukan analisa bandarmologi. Kalau anda sudah paham benar analisa teknikal dan bisa mendaptkan profit dari analisis teknikal, anda baru bisa mengembangkan analisa2 lanjutan seperti bandarmologi.  

Gunakan dahulu cara yang simpel, tidak ribet, luwes dan terbukti mampu menghasilkan profit, yaitu analisa teknikal.