Tampilkan postingan dengan label Analisis Saham (Teknikal). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis Saham (Teknikal). Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Maret 2020
Teknik Dasar Trading Saham

Teknik Dasar Trading Saham

Mayoritas orang yang membuka akun software online trading, umumnya bertujuan untuk TRADING SAHAM (beli jual saham untuk jangka pendek). Namun banyak trader yang tidak paham apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan pasar saham, karena ada banyak harga saham yang bergerak. Di satu sisi, anda harus memilih beberapa saham saja yang menguntungkan.

Maka dari itu, sebagai trader saham anda tidak disarankan trading / membeli saham jika anda belum memahami ilmu trading saham, yaitu cara-cara untuk mencari saham yang bagus. 

Sebelum trading, pahamilah terlebih dahulu teknik dasar trading saham supaya anda bisa memilih saham yang bagus untuk dibeli. Apa saja teknik dasar trading saham yang harus anda kuasai? Mari kita bahas. 

1. Membaca grafik 

Kalau tujuan anda trading saham, maka anda harus paham cara membaca grafik saham. Grafik saham dasar yaitu kemampuan anda untuk membaca: Candlestick, indikator dasar (umum), support resisten dan analisis tren. Kalau anda bisa membaca grafik, anda akan lebih mudah untuk menyeleksi saham2 yang berpotensi naik. 

Di web Saham Gain ini saya sudah banyak memaparkan cara-cara dasar membaca chart. Anda bisa pelajari beberapa pos saya disini:   


Untuk anda yang ingin trading namun belum paham ilmu membaca chart, pahami dan pelajari dahulu cara membaca grafik saham yang benar. 

2. Memahami bid-offer saham 

Bid offer adalah teknik dasar untuk trading saham. Kalau anda tidak bisa membaca dan menginterpretasikan bid offer untuk trading, anda akan kebingungan menentukan harga saham yang harus anda beli saat itu. 

Bid offer merupakan antrian harga saham. Jika anda paham antrian saham yang benar, anda tidak akan salah menempatkan order beli dan jual saham anda. 

Kalau anda membaca grafik (chart) saham, hal ini juga harus diimbangi dengan kemampuan anda untuk membaca bid-offer, karena bid-offer juga bagian dari candlestick. Cara-cara membaca bid-offer pernah saya bahas disini: 


Jika anda adalah tipikal trader harian (anda ingin beli dan raksaham dalam waktu 1-2 hari saja), maka analisis bid-offer harus anda pahami, karena bid-offer juga bisa digunakan untuk mencari saham-saham yang bagus dalam jangka pendek untuk intraday trading. 

Pelajari juga strategi2 intraday trading & analisis bid-offer saham (analisa tape reading) disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

3. Analisis teknikal lanjutan (Analisis teknikal untuk strategi trading) 

Setelah anda memahami cara-cara dasar membaca grafik dan membaca bid-offer, anda harus memahami analisis teknikal lanjutan. Analisis teknikal lanjutan adalah: Analisa chart pattern, pola-pola candlestick, praktik indikator untuk trading. 

Anda harus mulai mempraktikkan kombinasi analisis teknikal yang simpel yang dapat menghasilkan profit karena analisis teknikal itu ada banyak. Ada analisis teknikal yang mudah untuk digunakan, ada analisis teknikal yang sangat rumit penerapannya. 

Sebagai trader, anda harus bisa menggunakan analisis teknikal yang simpel dan sesuai dengan karakter trading anda. Anda bisa pelajari strategi dan full praktik & strategi analisis teknikal yang bisa anda terapkan secara langsung untuk memilih saham bagus disini:  Buku Saham Analisis Teknikal Pemula - Expert. 

4. Screening saham

Screening saham artinya MEMILIH SAHAM. Memilih saham adalah teknik dasar trading saham. Hal ini karena sebagai trader pemula sampai anda menjadi trader yang expert, anda harus bisa menyeleksi beberapa saham yang menguntungkan dari ratusan jumlah saham di Bursa Efek. 

Banyak trader pemula yang tidak tahu harus membeli saham apa, karena trader tidak mempelajari analisa-analisa untuk screening (memilih) saham. Jadi, mempelajari analisis teknikal juga harus dibarengi dengan pemahaman dan praktik screening saham yang benar. 

Cara-cara screening saham sudah pernah kita bahas disini: Cara Simpel & Efektif Screening Saham Bagus.

Itulah 4 teknik dasar trading saham yang harus anda kuasai sebelum memutuskan untuk trading saham. Percayalah, kalau anda sudah memiliki basic dan paham cara mempraktikkan trading saham yang benar, anda bisa memilih saham berdasarkan analisis dan pertimbangan yang lebih baik, bukan hanya sekedar gambling
Minggu, 08 Maret 2020
Belajar Analisis Teknikal dan Fundamental Saham

Belajar Analisis Teknikal dan Fundamental Saham

Poin paling penting di dalam belajar saham, adalah memahami ANALISIS TEKNIKAL dan ANALISIS FUNDAMENTAL. Setelah anda memahami hal-hal basic seperti memahami mekanisme perdangangan saham, pemahaman saham secara dasar, anda harus lebih fokus untuk mengembangkan kemampuan menganalisis saham anda.

Dengan analisis teknikal, anda bisa mengetahui saham-saham yang menguntungkan dalam jangka pendek. Analisis teknikal juga bisa anda kembangkan dan kombinasikan dengan ilmu bandarmologi.

Analisis teknikal bisa anda kombinasikan dengan analisis market untuk melihat momentum-momentum trading yang bagus.  

Sedangkan dengan analisa fundamental, anda bisa membaca perusahaan2 yang memiliki prospek bagus untuk jangka panjang. Anda bisa melihat ukuran2 kualitatif dan kuantitatif untuk menilai layak tidaknya perusahaan untuk diinvestasikan. 

Maka dari itu, semua keputusan membeli saham harus didasarkan pada ANALISIS. Dengan cara tersebut, anda bisa memilih saham2 yang berkualitas. Jadi di dalam belajar saham, analisis teknikal dan fundamental adalah analisa yang perlu anda asah setiap saat.  

BELAJAR ANALISIS TEKNIKAL SAHAM 

Dalam analisis teknikal anda harus memahami analisis grafik, mencari saham-saham diskon, memilih saham-saham yang bagus untuk trading, dan menemukan analisa-analisa simpel yang bisa menghasilkan profit jangka pendek. 

Ada banyak media dan sarana yang dapat anda gunakan untuk belajar analisis teknikal.  Di web Saham Gain ini, anda bisa mempelajari analisis teknikal secara lengkap, full praktik dan masuk ke strategi2 langsung memilih saham pada tiga ebook trading saham berikut:  
  

Ebook kedua (Panduan Memilih Saham Bagus) juga sudah saya update dengan materi terbaru yaitu: Strategi trading menghadapi pasar saham saat strong bearish. Anda bisa lihat review updatenya disini: Ebook New Edition - Strategi Trading Saat IHSGH Bearish. 

Ebook pertama kita bahas full praktik analisis teknikal mulai dari belajar analisis teknikal chart, candlestick, chart pattern, indikator, panduan menemukan saham diskon & murah, dan kombinasi2 analisis teknikal yang bagus untuk trading. Serta praktik2 lengkap menyusun trading plan, manajemen modal (MM), psikologis trading. 

Ebook kedua anda akan praktikkan khusus cara-cara screening saham yang bagus dan layak trading, serta membaca kriteria saham yang tidak layak dibeli (lanjutan ebook pertama). Anda juga praktikkan tambahan materi swing trading dan strategi scalping trading (trading 15 menit). 

Ebook ketiga anda akan praktikkan khusus strategi2 untuk trading harian (intraday trading), dengan cara memilih saham2 yang likuid, dan mudah naik dalam jangka waktu harian. Anda juga akan praktikkan analisa2 tape reading untuk trading harian, disetai pengalaman pribadi saya memilih saham2 yang layak untuk intraday. 


Analisis teknikal bukan hanya merupakan seni membaca chart. Anda juga harus bisa mengambil momentum yang tepat untuk trading, dan membaca kondisi pasar saham. Dan di ebook-ebook tersebut, kita sudah membahas praktik2nya secara detail. Jadi anda tidak hanya mempelajari teori. 

Harapannya, anda bisa belajar analisis teknikal sekaligus bisa memilih saham2 bagus secara mandiri, dan menghasilkan profit yang maksimal. 

BELAJAR ANALISIS FUNDAMENTAL SAHAM 

Target utama dari analisis fundamental adalah anda bisa mencari saham-saham yang bagus untuk diinvestasikan jangka panjang. Pendekatan analisis fundamental berbeda dengan teknikal, karena teknikal fokusnya untuk jangka pendek. Dalam analisis fundamental anda harus mempelajari: 
  • Analisis kuantitatif: Membaca laporan keuangan, analisa harga wajar saham, valuasi saham
  • Analisis kualitatif: Analisis sektoral, kondisi perusahaan, produk-produk perusahaan, GCG perusahaan dan lain-lain.

Dari analisis2 tersebut, anda bisa melihat perusahaan mana yang layak diinvestasikan jangka panjang dan tidak. 

Di web Saham Gain, anda bisa mendapatkan dan mempraktikkan secara langsung cara-cara memilih saham yang bagus dengan analisis fundamental untuk investasi saham, pada ebook analisis fundamental berikut: 


Melalui Ebook Analisis Fundamental Saham, anda akan belajar analisis fundamental mulai dari membaca dan melihat ukuran2 laporan keuangan yang paling penting untuk investasi saham, termasuk mempelajari secara detail analisa perusahaan, analisa sektoral dan analisa harga wajar perusahaan. 

Setelah itu, kita juga praktikkan bagaimana cara-cara memilih saham untuk investasi dengan metode value investing, growth investing dan kriteria2 saham2 yang tahan banting terhadap koreksi market untuk investasi jangka panjang. 

Jadi anda sudah paham perbedaan dan poin-poin yang perlu anda asah di dalam belajar analisis teknikal dan fundamental saham. Baca juga: Pertanyaan tentang Analisis Fundamental dan Teknikal. 

Dan untuk mempraktikkan cara-cara memilih saham yang bagus dengan metode simpel & bisa dipraktikkan, anda bisa mempelajarinya melalui tulisan dan edukasi-edukasi yang saya bagikan di web Saham Gain ini, serta melalui ebook-ebook saham untuk praktik analisis teknikal & fundamental.
Sabtu, 29 Februari 2020

4 Hal Penting Tentang Harga Saham

Pergerakan harga saham bisa tercermin dari grafik (chart) historis dan bid-offer yang terbentuk di hari tersebut. Jika anda trader saham yang mengandalkan pergerakan harga saham untuk trading, maka keputusan utama anda membeli saham adalah berdasarkan analisa chart & bid offer tersebut. 

Grafik saham

Bid offer saham
Sebenarnya pergerakan harga saham (yang tercermin dari grafik dan bid-offer harian) bisa mencerminkan beberapa hal penting. Ada 4 hal penting tentang pergerakan harga saham yang perlu anda ketahui:    

1. Fluktuatif harga 

Harga saham selalu naik dan turun (fluktuatif). Tetapi tingkat cepat lamanya fluktuatif setiap saham itu berbeda-beda. Ada saham yang fluktuatifnya sangat cepat. Ada saham yang fluktuatifnya sangat cepat. Ada saham yang fluktuatifnya sedang. Ada saham yang fluktuatifnya lambat, bahkan sangat lambat. 

Pada umumnya, semakin rendah likuiditas suatu saham, fluktuatif (naik-turunnya) harga saham akan SEMAKIN CEPAT. Saham2 yang likuiditasnya rendah, seringkali harga sahamnya punya nominal yang kecil (dibawa Rp500 per saham).

Sebaliknya, semakin likuid suatu saham (banyak peminatnya), fluktuatif harga saham akan SEMAKIN LAMA atau terbatas. 

Likuid tidaknya suatu saham bisa dilihat dari banyak sedikitnya jumlah saham beredar / kapitalisasi pasar. Baca juga: Jenis-jenis Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar.  Selain itu, likuid tidaknya saham jugabisa anda lihat dari pergerakan dan antrian bid-offer hariannya.

Itulah mengapa ada saham-saham yang hanya naik-turun sekitar 1-3%. Tapi ada juga saham2 yang bisa naik-turun sampa 20% lebih dalam sehari. Hal ini karena fluktuatif harga saham berbeda-beda, tergantung dari likuiditas suatu saham. 

Untuk seorang trader saham, hal ini penting anda pahami sebagai dasar untuk memilih saham berdasarkan time frame dan strategi. Kalau anda ingin scalping trading (trading menitan), pilihlah saham2 yang mudah naik cepat dalam jangka waktu menitan.

Pilihlah saham2 yang likuiditasnya cenderung rendah, karena saham2 tersebut memiliki peluang naik cepat dalam jangka pendek. Kalau anda ingin melakukan swing atau intraday trading, pilihlah saham2 yang fluktuatifnya stabil dan usahakan untuk menghindari saham2 yang likuiditasnya rendah, karena semakin rendah likuiditas saham risikonya semakin tinggi. 

Saham2 yang likuiditas rendah dan fluktuatifnya tinggi, lebih cocok digunakan untuk scalping trading (hit and run, tidak hold saham terlalu lama).    
 

2. Kualitas saham 

Pergerakan harga saham sebenarnya sangat mencerminkan kualitas saham tersebut. Saham-saham yang kinerja fundamentalnya bagus dan mapan (misalnya saham blue chip), memiliki pergerakan harga saham yang bagus dan membentuk pola-pola pada grafiknya. 

Sehingga semakin baik kualitas saham, semakin mudah bagi anda untuk menganalisa dan mengambil keputusan trading / investasi. 


Perhatikan bahwa saham2 yang ramai peminat (likuid), harga sahamnya cenderung lebih stabil dan banyak diminati oleh investor. Sebaliknya, saham2 yang tidak likuid, bahkan nyaris tidak ada transaksi, umumnya saham2 tersebut juga memiliki kinerja fundamental yang tidak jelas (saham gorengan). 

Jika anda sangat memperhatikan kualitas saham (khususnya investor jangka panjang), maka pilihlah saham2 yang kinerjanya bagus dan saham2 yang mudah dianalisa support-resisten dan trennya secara teknikal. 

3. Peluang

Pergerakan harga saham mencerminkan peluang. Naik turunnya saham bisa menjadi peluang yang bisa anda ambil untuk meraup keuntungan dalam trading. 

Tetapi peluang setiap saham juga berbeda-beda tergantung dari faktor2 fluktuatif dan kualitas saham itu tadi. Semakin stabil dan bagus kualitas saham, peluang anda untuk menganalisa dan mendapatkan saham di harga bagus akan semakin besar, karena anda lebih mudah untuk menganalisis saham tersebut, demikian juga sebaliknya. 

4. Risiko saham 

Jangan lupa juga bahwa harga saham itu tidak akan lepas dari unsur risiko. Setiap saham memiliki risiko turunnya harga. Risiko setiap saham juga berbeda-beda. Ada saham yang yang risikonya rendah. Ada saham yang risikonya tinggi. Semakin tinggi fluktuatif suatu saham, maka risikonya juga semakin besar dan sebaliknya. 

Sebagai trader saham, anda harus bisa menilai bahwa saham2 yang naik-turunnya terjadi dalam waktu cepat, dan likuiditasnya sangat kecil, maka risiko saham tersebut tinggi. Kalau anda adalah tipikal trader konservatif, tentu saham2 tersebut sebaiknya dihindari. 

Empat hal penting tentang harga saham ini harus anda pahami, karena keempat hal inilah yang akan menjadi dasar, analisa / pertimbangan anda dalam memilih saham sesuai dengan strategi dan time frame trading anda. 
Selasa, 25 Februari 2020

4 Momen yang Bagus untuk Beli Saham

Pada saat anda memutuskan untuk membeli saham, anda harus bisa melakukan kombinasi analisa teknikal dengan momen yang bagus. Di web Saham Gain ini, saya juga sudah beberapa kali menuliskan bahwa momentum dalam trading itu sangatlah diperlukan, supaya anda tidak mudah terjebak membeli saham di saat yang salah. 

Seperti apa momen yang bagus untuk membeli saham itu? Berdasarkan pengalaman trading yang saya jalankan, terdapat empat momen bagus yang bisa anda manfaatkan untuk membeli saham:  

1. Saat harga saham sedang diskon atau murah

Ketika anda menemukan banyak saham (terutama saham-saham pilihan anda) yang sedang diskon atau murah, maka itulah momen yang bagus untuk anda membeli saham. Jangan menyia-nyiakan momen ini. 

Konsep dasar trading yang harus anda pahami adalah: Beli saat mau naik dan jual saat mau turun. Ini artinya ketik harga saham sudah diskon, saham tersebut sesungguhnya sudah menunjukkan potensi akan naik. 

Ibarat ketika supermarket memberikan harga diskon di momen tertentu, supermarket tersebut pasti akan lebih ramai, dan orang akan membeli lebih banyak barang. Hal ini juga berlaku di pasar saham. Baca juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun. 

Contoh Saham ASII. Ketika turun, harganya akan naik lagi. 

Karena strategi ini terbukti sangat efektif untuk mendapatkan profit, saya menuliskan praktik-praktik tentang menemukan saham-saham yang diskon secara analisis teknikal, dan memiliki potensi naik. Anda bisa baca disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon. Praktik ini bisa anda terapkan untuk pemula sampai expert. 

Hal ini karena saham yang turun dan kelihatannya murah, bisa saja saham tersebut masih turun. Maka dari itu anda harus bisa membedakan saham2 yang murah secara teknikal dan tidak. Selain itu, anda harus bisa mencari saham2 murah yang tepat untuk ditradingkan. 

2. Saat saham breakout 

Pada saat harga saham sudah breakout dari tren turun (downtrend), maka itu adalah salah satu momen yang bagus untuk membeli saham. Kalau suatu saham breakout didukung kondisi IHSG yang bagus, maka saham tersebut biasanya akan mampu naik lebih lama. 

Selain itu, saham2 yang punya likuiditas bagus (banyak buyer dan sellernya), umumnya saham tersebut memiliki peluang naik lebih lama setelah breakout, walaupun di dalam tren breakoutnya, suatu saham pasti juga mengalami fluktuatif. Saya pernah menuliskan sedikit strategi membeli saham breakout disini: Strategi Trading Saham: Buy on Breakout. 

3. Saat IHSG sedang koreksi 

Pada saat IHSG sedang koreksi, umumnya mayoritas saham juga akan mengalami koreksi. Anda harus bisa memanfaatkan momen koreksi IHSG ini untuk membeli lebih banyak saham. Jadi kombinasi menemukan saham yang murah dan melihat momentum IHSG ini merupakan momen yang bagus untuk membeli saham. Baca juga: Makna Dari: "Be Fearful When Others Greedy dan Greedy When Others Are Fearful" - Part II

4. Saat IHSG sedang bagus 

IHSG sedang bagus yang saya maksud adalah ketika IHSG sedang bergerak stabil (tidak downtrend), atau IHSG sedang banyak sentimen2 positif, dan pasar saham lebih ramai dibandingkan biasanya. 

Contohnya? Salah satunya anda masih ingat ketika Tax Amnesty tahun 2016 lagi gencar dijalankan, saat itu pasar saham kita cenderung ramai, stabil dan banyak saham2 yang mulai naik. Momen seperti ini bagus untuk membeli dan menyimpan saham. 

Itulah empat momen yang bagus untuk trading. Artinya kalau anda menemukan momen2 seperti ini, plus anda sudah memiliki pilihan2 saham apa yang mau anda beli, jangan ragu untuk membeli saham. 

Sayangnya banyak trader yang terbalik menerapkan konsep trading ini. Banyak trader yang takut membeli saham saat momennya bagus, dan justru nekad beli saham saat saham2 sudah overvalue atau membeli saham saat market masih lesu. 

4 Momen yang Bagus untuk Beli Saham

Pada saat anda memutuskan untuk membeli saham, anda harus bisa melakukan kombinasi analisa teknikal dengan momen yang bagus. Di web Saham Gain ini, saya juga sudah beberapa kali menuliskan bahwa momentum dalam trading itu sangatlah diperlukan, supaya anda tidak mudah terjebak membeli saham di saat yang salah. 

Seperti apa momen yang bagus untuk membeli saham itu? Berdasarkan pengalaman trading yang saya jalankan, terdapat empat momen bagus yang bisa anda manfaatkan untuk membeli saham:  

1. Saat harga saham sedang diskon atau murah

Ketika anda menemukan banyak saham (terutama saham-saham pilihan anda) yang sedang diskon atau murah, maka itulah momen yang bagus untuk anda membeli saham. Jangan menyia-nyiakan momen ini. 

Konsep dasar trading yang harus anda pahami adalah: Beli saat mau naik dan jual saat mau turun. Ini artinya ketik harga saham sudah diskon, saham tersebut sesungguhnya sudah menunjukkan potensi akan naik. 

Ibarat ketika supermarket memberikan harga diskon di momen tertentu, supermarket tersebut pasti akan lebih ramai, dan orang akan membeli lebih banyak barang. Hal ini juga berlaku di pasar saham. Baca juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun. 

Contoh Saham ASII. Ketika turun, harganya akan naik lagi. 

Karena strategi ini terbukti sangat efektif untuk mendapatkan profit, saya menuliskan praktik-praktik tentang menemukan saham-saham yang diskon secara analisis teknikal, dan memiliki potensi naik. Anda bisa baca disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon. Praktik ini bisa anda terapkan untuk pemula sampai expert. 

Hal ini karena saham yang turun dan kelihatannya murah, bisa saja saham tersebut masih turun. Maka dari itu anda harus bisa membedakan saham2 yang murah secara teknikal dan tidak. Selain itu, anda harus bisa mencari saham2 murah yang tepat untuk ditradingkan. 

2. Saat saham breakout 

Pada saat harga saham sudah breakout dari tren turun (downtrend), maka itu adalah salah satu momen yang bagus untuk membeli saham. Kalau suatu saham breakout didukung kondisi IHSG yang bagus, maka saham tersebut biasanya akan mampu naik lebih lama. 

Selain itu, saham2 yang punya likuiditas bagus (banyak buyer dan sellernya), umumnya saham tersebut memiliki peluang naik lebih lama setelah breakout, walaupun di dalam tren breakoutnya, suatu saham pasti juga mengalami fluktuatif. Saya pernah menuliskan sedikit strategi membeli saham breakout disini: Strategi Trading Saham: Buy on Breakout. 

3. Saat IHSG sedang koreksi 

Pada saat IHSG sedang koreksi, umumnya mayoritas saham juga akan mengalami koreksi. Anda harus bisa memanfaatkan momen koreksi IHSG ini untuk membeli lebih banyak saham. Jadi kombinasi menemukan saham yang murah dan melihat momentum IHSG ini merupakan momen yang bagus untuk membeli saham. Baca juga: Makna Dari: "Be Fearful When Others Greedy dan Greedy When Others Are Fearful" - Part II

4. Saat IHSG sedang bagus 

IHSG sedang bagus yang saya maksud adalah ketika IHSG sedang bergerak stabil (tidak downtrend), atau IHSG sedang banyak sentimen2 positif, dan pasar saham lebih ramai dibandingkan biasanya. 

Contohnya? Salah satunya anda masih ingat ketika Tax Amnesty tahun 2016 lagi gencar dijalankan, saat itu pasar saham kita cenderung ramai, stabil dan banyak saham2 yang mulai naik. Momen seperti ini bagus untuk membeli dan menyimpan saham. 

Itulah empat momen yang bagus untuk trading. Artinya kalau anda menemukan momen2 seperti ini, plus anda sudah memiliki pilihan2 saham apa yang mau anda beli, jangan ragu untuk membeli saham. 

Sayangnya banyak trader yang terbalik menerapkan konsep trading ini. Banyak trader yang takut membeli saham saat momennya bagus, dan justru nekad beli saham saat saham2 sudah overvalue atau membeli saham saat market masih lesu. 
Senin, 24 Februari 2020

Analisis Saham: Dead Cat Bounce Trading

Pernahkah anda mendengar istilah DEAD CAT BOUNCE? Istilah ini seringkali digunakan di dalam dunia trading saham khususnya ketika kita membahas analisis teknikal. Jadi, apa maksudnya dead cat bounce itu?

Kalau diterjemahkan secara per kata dead = mati, cat = kucing, bounce = lompatan / pantulan. Di dalam trading saham, istilah dead cat bounce artinya kenaikan harga saham yang bersifat sementara alias 'kenaikan tipuan'. 

Jadi saham hanya naik sebentar lalu membentuk tren turun lagi. Tentu saja hal ini bisa menipu trader. Kebanyakan trader yang melihat saham naik (padahal pasar saham masih bearish), trader mulai berburu sahamnya dalam jumlah, padahal kenaikannya hanya sesaat saja. Tidak lama kemudian saham tersebut balik turun lagi. 

Sebenarnya istilah dead car bounce ini mirip dengan technical rebound (TR). TR adalah kenaikan saham yang terjadi sementara setelah turun. Kalau anda ingin baca lebih lanjut tentang TR, anda bisa baca disini: Technical Rebound Saham. 

Dead cat bounce
Tapi dead cat bounce boleh saya katakan lebih buruk dari TR, karena jangka waktu dead cat bounce sangat singkat, dan kenaikannya tidak bertahan lebih dari satu hari. Dead cat bounce biasanya sering terjadi ketika saham naik sangat tinggi dalam sehari, lalu setelah itu sahamnya turun lagi. Berikut beberapa contoh pola dead cat bounce pada chart saham (saham PTBA):

Perhatikan saham PTBA diatas yang saya beri tanda lingkaran, di mana saham PTBA hanya naik sehari saja setelah itu kembali membentuk tren turun lagi. 

Dan bisa kita lihat, dead cat bounce ini sering terjadi ketika saham naik cepat dalam sehari (lihat candle2 hijau panjang di tanda lingkaran), dan setelah naik tinggi sehari, besoknya saham cenderung turun lagi. 

Lalu, bagaimana cara mengetahui suatu saham bakalan mengalami dead cat bounce? Untuk mengetahui lebih mudah, dead cat bounce itu sangat sering terjadi dalam dua kondisi berikut: 

1. Pasar saham bearish 

Kalau pasar saham cenderung bearish, IHSG lagi turun terus (banyak sentimen negatif), hal ini membuat mayoritas saham akan turun. Sehingga, kenaikan saham mungkin hanya terjadi sebentar lalu melanjutkan tren turunnya lagi. 

Kita sudah berkali-kali menghadapi pasar saham bearish. Kalau anda sudah pengalaman trading, anda pasti mengalami bagaimana kondisi pergerakan saham ketika sedang bearish. 

Itulah mengapa saya sering menyarankan pada anda, terutama ketika pasar saham bearish, sebaiknya anda lebih berhati-hati dalam trading. Jangan gegabah membeli saham dalam jumlah besar.

Jangan gegabah membeli saham hanya karena sahamnya terlihat naik sedikit, padahal kondisi pasar saham sedang turun banyak saat itu. Karena ya itu tadi, anda akan menghadapi risiko DEAD CAT BOUNCE. Baca juga: Belajar Saham: Saham Turun & Peluang Trading.  

Dalam kondisi market bearish sebaiknya tunggulah saham2 dan IHSG-nya sendiri sudah mengalami techincal rebound dan pilihlah saham2 yang secara teknikal punya pola yang bagus, dan mudah naik di saat saham2 sudah mulai rebound, sehingga anda terhindari dari dead cat bounce. 

Anda bisa pelajari cara-cara memilih saham yang sudah murah dan berpotensi rebound disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.

2. Saham-saham yang teknikalnya jelek atau saham2 yang sedang bermasalah 

Walaupun kondisi pasar saham sedang tidak bearish, dead cat bounce juga sangat mungkin terjadi, terutama pada saham-saham yang teknikalnya jelek, atau saham2 yang sedang bermasalah secara kinerja. 

Saham2 yang teknikalnya jelek, trennya turun, likuiditasnya rendah, kenaikan saham2 seperti ini sangat mudah menjebak anda, sehingga ada baiknya anda menghindari saham2 tersebut. 

Selain itu, saham2 yang sedang turun banyak karena masalah fundamental juga sangat berpotensi terkena dead cat bounce. 

Kasus saham AISA misalnya yang pernah terkena kasus beras oplosan. Saat itu saham AISA terus turun, namun sesekali saham AISA bisa naik naik sampai 12%. Tetapi kenaikannya hanya sebentar, lalu turun lagi dan sekarang sahamnya balik ke harga gocap. Itulah salah satu contoh dead cat bounce. 

Sudah menangkap apa itu dead cat bounce? 

Intinya, jangan mudah tergoda membeli saham hanya karena sahamnya kelihatan naik. Ada banyak saham yang terlihat naik tapi bisa menipu trader. Oleh karena itu, sebelum membeli saham perhatikan tiga hal penting: 

1. Analisa apakah sahamnya sudah diskon / murah secara teknikal
2. Perhatikan kondisi market
3. Perhatikan pola saham tersebut (layak trading / tidak). Baca juga: Cara Menemukan / Screening Saham yang Layak Trading. 
Minggu, 23 Februari 2020
Saham Naik, Kapan Take Profit?

Saham Naik, Kapan Take Profit?

Di beberapa pos sebelumnya, kita sudah membahas tentang 'saham turun' dan cara menyikapinya sebagai seorang trader / investor saham. Anda bisa pelajari kembali tulisan saya disini: Saham Turun Terus, Masih Layak Dibeli? Cara Menyikapi Saham yang Turun.

Pada pos kali ini, kita akan membahas tentang 'saham naik', karena banyak pertanyaan dari teman-teman trader yang bingung kapan harus take profit / menjual saham, setelah saham yang dibeli naik. 

Ketika saham yang anda beli naik, kapan sebaiknya take profit? Menjawab pertanyaan tersebut, tentu anda butuh analisa lebih mendalam. Ada beberapa faktor dan analisa yang harus anda pertimbangkan. 

Di dalam trading saham, kita tidak bisa menentukan menggunakan aturan baku misalnya: "Anda disarankan take profit kalau saham anda sudah naik 5%". "Anda sebaiknya take profit saat saham anda naik minimal 10%". 

Saran-saran tersebut sering kita jumpai. Namun faktanya, menetapkan target profit yang terlalu baku tidaklah semudah itu, karena kita menghadapi fluktuatif dan dinamika pasar saham. 

Oleh karena itu, menentukan kapan anda take profit ketika saham anda naik, anda perlu menganalisa hal-hal berikut ini:  

1. Saat target profit anda sudah tersentuh 

Setelah membeli saham, anda harus memiliki target harga jual (anda ingin jual saham di harga berapa). Jadi ketika saham anda sudah naik mencapai target profit anda, saat itulah anda bisa menjual saham anda. 

Bagaimana cara menentukan target take profit? Anda harus menentukannya berdasarkan analisis teknikal (melihat titik support-resisten) atau menentukan berdasarkan bid-offer (jika anda trading harian). 

Pelajari juga analisis2 memilih saham dan untuk menentukan take profit disini: Cara Menentukan Target Take Profit dan Stop Loss Saham, dan Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal. 

Saya selalu menyarankan agar trader selalu memilii target take profit, karena dengan memiliki target take profit, anda memiliki 'panduan' saham-saham anda sebaiknya dijual di harga berapa. 

Menentukan target anda mau jual saham di harga berapa adalah salah satu bagian dari TRADING PLAN SAHAM. 

2. Pertimbangkan kondisi pasar saham saat itu 

Untuk menentukan kapan anda take profit saat saham naik, anda juga perlu mempertimbangkan kondisi market saat itu. Mengapa? Hal ini karena banyak trader yang ingin dapat untung besar di saham, sehingga trader menetapkan jual saham saat sudah naik 10% lebih. Padahal kondisi market saat itu lagu bearish. Intinya: 

  • Pada saat pasar saham bullish, peluang anda menjual saham di harga tinggi lebih besar
  • Pada saat pasar saham cenderung bearish, peluang anda menjual saham di harga tinggi lebih kecil 

Saya tidak mengatakan kalau pasar bearish, anda sama sekali tidak bisa menjual saham di harga tinggi. Namun berdasarkan yang saya alami sendiri, pasar saham yang cenderung bearish, membuat kita harus memasang target yang sedikit lebih rendah (tergantung seberapa kuat bearishnya market) dibandingkan saat market sedang bagus-bagusnya. 

Jadi kalau pasar saham sedang bullish, saham2 pada terbang ke utara (alias pada naik), anda bisa pertimbangkan untuk take profit di harga yang lebih tinggi (diatas 5%). 

Sebaliknya kalau pasar saham sedang bearish, banyak sentimen2 negatif, IHSG naik 1-2 hari, namun bisa turun 3-4 hari dengan penurunan tajam, maka ada baiknya anda memasang target take profit yang lebih rendah. Hal ini bisa anda terapkan terutama kalau anda trading di saham2 likuid yang pergerakannya cenderung mengikuti arah IHSG. 

Saat pasar saham cenderung bearish, anda bisa menentukan target profit 1-3% atau beberapa poin diatas harga beli anda (setelah dikurangi fee beli dan jual). 

Jadi di dalam kondisi market yang cenderung bearish, anda bisa mempertimbangkan untuk menerapkan trading dengan jangka waktu lebih pendek atau trading harian, dengan target yang tidak terlalu tinggi. Pelajari juga: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore - Trading Harian. 

Karena jika anda menetapkan target terlalu tinggi di saat IHSG bearish, mayoritas saham hanya akan naik sedikit, lalu cenderung turun lebih banyak lagi. 

Sehingga, dengan menganalisa kondisi market, anda bisa menjadi trader saham yang lebih FLEKSIBEL dalam menetapkan target profit. Yup, bahwa dalam trading saham, kita harus menganalisa faktor2 tersebut, tidak hanya menggunakan ukuran baku dalam menentukan profit. 

3. Tentukan resisten saham terdekat 

Kalau anda bingung bagaimana cara menentukan target profit, anda juga bisa menentukannya dengan mencari titik-titik resisten saham yang paling dekat dengan harga saat ini (analisis chart / teknikal). 

Anda bisa tentukan resisten kuat terdekat atau resisten terdekat yang krusial / yang menonjol. Pelajari juga: Menemukan Saham Naik dengan Variasi Support Resisten dan Cara Khusus Menentukan Support Resisten Saham. 

Titik resisten inilah yang bisa anda jadikan acuan untuk menjual saham anda ketika naik mencapai target tersebut. 

4. Time frame trading anda 

Poin terakhir, anda harus mengetahui time frame trading prioritas anda sendiri. Kalau anda memang punya tujuan untuk menyimpan saham selama lebih dari 2 minggu (swing trading), anda bisa menetapkan target profit yang lebih tinggi (diatas 5%). 

Namun kalau tujuan anda dari awal adalah untuk trading cepat / harian (intraday), ada baiknya anda menetapkan target profit yang tidak terlalu tinggi. Hal ini sudah pernah saya bahas disini: Frekuensi Trading Saham Ideal.

Untuk menentukan time frame trading, anda juga harus pertimbangkan kondisi market seperti yang saya jelaskan di poin kedua. 

Seperti biasanya, apa yang saya paparkan di pos ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya juga dalam menjalankan trading. Jadi, tentu saja kita tidak bisa memukul rata target take profit misalnya: Jual saham kalau sudah naik 5%, jual kalau sudah naik 10%. Analisa2 diatas harus menjadi faktor pertimbangan anda. 
Senin, 17 Februari 2020
Cara Menganalisa Saham Sendiri

Cara Menganalisa Saham Sendiri

Semua keputusan yang anda ambil ketika membeli dan menjual saham sepenuhnya adalah tanggung jawab anda, karena anda trading menggunakan modal anda sendiri. Anda juga membeli saham menggunakan akun online trading pribadi. 

Ketika anda profit, anda yang akan menikmati profit di saham. Ketika rugi (cut loss), anda juga yang bertanggung jawab penuh atas transaksi anda. Jadi semua keputusan trading yang anda buat, seluruhnya anda di tangan anda. 

Itulah mengapa anda harus bisa menganalisa saham secara mandiri / otodidak. Pelajari juga: Langkah-langkah Belajar Saham Otodidak. 

Banyak trader memiliki kendala dalam menganalisa saham sendiri, karena mayoritas trader saham adalah trader part time yang memiliki kesibukan masing-masing (pekerjaan utama), sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk memantau dan menganalisa saham sendiri. 

Di satu sisi, banyak juga trader yang malas melakukan analisis sendiri (hal ini yang tidak saya sarankan). 

Akhirnya banyak trader yang join di grup-grup saham premium guna mendapatkan rekomendasi real time yang bisa langsung di-eksekusi untuk trading. Cara ini boleh saja anda gunakan. Namun, anda tetap harus bisa menganalisis saham sendiri, karena dengan menganalisa mandiri, anda bisa tahu kebutuhan trading anda sendiri dan saham2 yang secara pribadi cocok untuk anda. 

Untuk anda yang ingin bisa menganalisa saham secara otodidak, khususnya anda yang memiliki kesibukan2, sehingga memiliki waktu terbatas untuk analisis saham, berikut beberapa cara menganalisa saham otodidak: 

1. Analisa saham saat malam atau pagi hari (sebelum jam kerja anda), atau weekend

Analisa saham otodidak akan lebih sulit dilakukan untuk anda yang memiliki kesibukan bekerja kantoran. Di jam-jam bekerja, anda mungkin tidak memiliki fleksibilitas untuk memantau market. 

Oleh karena itu, anda bisa menganalisa saham saat malam hari (ketika anda pulang kerja), pagi hari (sebelum anda kerja), jam istirahat kerja atau ketika weekend (saat anda libur). 

Setelah menemukan saham2 yang layak dibeli, anda bisa memasang harga beli dan jumlah lot yang anda inginkan menggunakan fasilitas Good Till Cancel (GTC) Order, yaitu memasang harga beli sampai 30 hari kedepan. Jadi anda tidak perlu memantau pasar saham setiap saat. 

2. Prioritaskan saham-saham yang mudah dianalisa 

Dengan keterbatasan waktu, ada banyak saham yang harus anda analisa. Oleh karena itu, ada baiknya anda memprioritaskan menganalisa saham-saham yang mudah dibaca dengan analisa teknikal. 

Agar anda tidak membuang-buang waktu, dan anda bisa memilih saham yang lebih tepat untuk dibeli. Pelajari juga: Cara Memilih Saham untuk Stock Pick. 

3. Prioritaskan analisa di saham-saham pilihan 

Masih berkaitan dengan poin kedua, selain memilih saham2 yang mudah dianalisa, anda saya sarankan untuk memprioritaskan menganalisa saham-saham pilihan. 

Saham pilihan adalah saham2 yang bagus dan memiliki potensi naik / memberikan profit untuk anda. Dengan mengerucutkan pilihan saham, anda bisa lebih fokus dan konsentrasi untuk memilih saham sesuai dengan karakter anda. Pelajari analisa screening disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih (Screening) Saham Bagus. 

4. Gunakan analisa teknikal yang simpel & mudah diterapkan 

Kendala trader dalam menganalisa saham secara otodidak adalah memilih analisa teknikal. Hal ini karena ada banyak sekali variasi analisa teknikal yang bisa anda gunakan, sehingga trader pemula yang belum memahami banyak analisa teknikal, jadi malas menganalisis saham karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. 

Untuk memudahkan anda dalam menganalisa saham, gunakan analisa-analisa teknikal yang simpel, serta mudah untuk anda praktikkan, supaya anda bisa menganalisa saham secara otodidak dengan lebih mudah. 

Di pos berikut: Contoh Analisis Teknikal Saham, saya sudah pernah memberikan contoh bagaimana cara melakukan analisis teknikal. Anda bisa menerapkan contoh analisa teknikal tersebut untuk analisa saham otodidak. 

Baca juga: 5 Indikator Analisa Teknikal yang Sering Digunakan Trader. 

5. Pahami ilmu-ilmu analisa saham 

Poin penting yang tidak boleh anda lewatkan adalah anda harus memiliki pengetahuan tentang analisa saham (analisa teknikal dan analisa fundamental). Banyak trader yang merasa tidak bisa menganalisa saham sendiri karena belum mempelajari dan mempraktikkan analisa untuk trading / investasi, sehingga akhirnya trader hanya bergantung dari rekomendasi / analis. 

Jadi kalau anda belum memiliki basic analisa saham, jangan pernah nekad untuk membeli saham. Aktivitas trading akan menjadi lebih mudah dilakukan secara otodidak, jika anda sudah memahami analisa-analisa yang harus anda gunakan.
Senin, 20 Januari 2020

Membeli Saham yang Akan Naik

Kalau anda memutuskan untuk membeli saham, artinya anda harus mencari saham-saham yang punya potensi naik, karena tujuan anda membeli saham adalah untuk mendapatkan profit. 

Bagaimana cara mencari saham yang akan naik? Apakah cukup belajar analisis teknikal? Apakah perlu mendalami analisa  fundamental? Apakah harus memahami kedua analisa tersebut? 

Di pos ini saya ingin menjelaskan konsep dan analisa yang harus anda pahami untuk mencari saham-saham yang punya potensi naik, baik dari sudut pandang trader maupun investor saham. 

TRADER SAHAM 

Sebagai trader saham, anda harus memahami analisis teknikal maupun analisis fundamental untuk mencari saham-saham yang akan naik. Sebagian dari anda mungkin bertanya: 

"Buat apa trader saham belajar analisis fundamental? Kan analisa utama trader saham itu baca chart?"

Benar, analisis utama untuk trader saham memang adalah analisa teknikal. Jadi kalau anda memutuskan untuk trading jangka pendek, anda harus benar-benar memahami praktik & strategi analisa teknikal untuk mencari saham2 yang bagus.

Anda bisa pelajari strategi2 analisis teknikal disini: Buku Saham Pemula - Expert. Pelajari juga: Ciri-ciri Harga Saham yang Akan Naik

Namun di satu sisi, trader saham juga perlu memahami analisa fundamental. Tetapi untuk seorang trader saham, analisa fundamental sifatnya hanya sebagai analisa tambahan. 

Analisis fundamental dibutuhkan oleh trader untuk melihat saham-saham mana saja yang punya kinerja bagus, merupakan market leader atau follower di sektor industrinya. 

Karena saham2 yang memiliki kinerja bagus umumnya juga memiliki likuiditas saham yang baik, harga sahamnya mudah naik / rebound setelah koreksi, dan lebih banyak diincar oleh trader. 

Saham yang punya kinerja / fundamental bagus, akan membuat psikologis anda lebih tenang ketika menyimpan sahamnya. Sekarang saya beri anda pilihan: 

"Anda lebih nyaman mana menyimpan saham BBRI atau membeli saham BWPT?" 

Tentu saja dari sisi psikologis saham BBRI jauh lebih memberikan rasa aman dan low risk, ketimbang BWPT yang merupakan saham lapis tiga, walaupun tujuan anda sama-sama untuk mentradingkan sahamnya. 

Sehingga, dengan mengetahui saham-saham mana yang punya kinerja baik, anda bisa memilih atau memprioritaskan saham2 tersebut untuk ditradingkan. Setelah anda mengetahui saham2 yang bagus tersebut, barulah anda bisa cermati analisa teknikalnya secara lebih mendalam. 

Jadi sebagai trader saham, analisis teknikal tetap sebagai analisa utama untuk trading. Anda tidak menggunakan analisa laporan keuangan, EPS, DER sebagai pertimbangan untuk beli saham jangka pendek. Analisa fundamental adalah analisa tambahan untuk trader. 

Sekarang kita lihat beberapa saham berfundamental bagus berikut ini: 

Saham ASII

Saham BBRI

Saham INDF
Perhatikan bahwa saham-saham yang punya fundamental bagus harganya akan selalu naik ketika sudah turun banyak. Tentu saja, saham2 tersebut bagus dan menguntungkan untuk anda tradingkan, baik untuk jangka pendek, swing trading ataupun positioning. 

Namun tidak semua trader saham membutuhkan analisa fundamental. Sebagai contoh, seorang scalping trader tidak membutuhkan analisa fundamental, karena scalper mencari saham2 yang bisa naik cepat dalam waktu menitan. 

Sehingga, scalper lebih mengandalkan momentum dan fluktuatif jangka sangat pendek, tanpa mempedulikan fundamental. Anda bisa pelajari strategi scalping trading disini: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading. 

INVESTOR SAHAM

Analisis utama investor saham adalah ANALISIS FUNDAMENTAL. Analisis fundamental adalah analisa yang mempelajari kondisi perusahaan, kinerja keuangan dan kondisi makro ekonomi. Tujuan investor adalah membeli saham untuk disimpan jangka panjang (diatas 1 tahun). 

Sehingga dengan mengetahui kondisi dan kinerja perusahaan, serta bagus tidaknya ekonomi suatu negara, anda bisa memutuskan untuk mencari saham mana saja yang layak diinvestasikan jangka panjang. 

Pelajari juga analisis investasi full praktik dan cara-cara memilih saham untuk investasi disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert.

Pilihlah saham yang punya kinerja bagus, karena di dalam analisa fundamental terdapat konsep: HARGA SAHAM AKAN KEMBALI KE FAKTOR FUNDAMENTAL. Artinya, saham-saham yang punya fundamental bagus, cepat atau lama harganya akan naik kembali. 

Anda bisa perhatikan lagi tiga grafik saham yang saya paparkan diatas. Yup, karena saham2 tersebut memiliki fundamental yang baik, maka ketika sahamnya turun banyak, harganya akan lebih mudah naik dalam waktu yang lebih lama, dibandingkan saham2 yang fundamentalnya jelek. 

Itulah mengapa sebagai investor saham, anda harus memilih saham2 yang berkinerja baik, punya valuasi yang bagus dan sektornya juga mendukung untuk diinvestasikan. 

Investor saham juga membutuhkan analisa teknikal (terutama analisa tren) sebagai tambahan analisa yang dikombinasikan dengan analisa valuasi saham (PER & PBV) untuk memutuskan apakah anda akan langsung membeli sahamnya, wait and see atau membeli secara bertahap. 

Itulah cara membeli saham yang naik berdasarkan analisa-analisa yang harus anda gunakan dan tujuan anda (apakah anda mau trading atau investasi).